NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Ini Dia 4 Jenis Pola Asuh Menurut Baumrind

Ini Dia 4 Jenis Pola Asuh Menurut Baumrind

Setiap orang tua memiliki pola asuh tersendiri dalam mendidik anak mereka. Baumrind mengklasifikasikan pola asuh menjadi 4 jenis. Apa saja jenis pola asuh menurut Baumrind?

Diana Baumrind adalah seorang psikolog asal Amerika Serikat yang melakukan penelitian pada tahun 1967. Dari jurnalnya yang berjudul Child care practices anteceding three patterns of preschool behavior, ada perbedaan pola asuh orang tua.

Menurut Baumrind, pola asuh dibagi menjadi 3, menurut indikator berupa komunikasi orang tua, kedekatan orang tua, kontrol terhadap diri, dan cara mendisiplinkan, serta tingkat kedewasaan anak. Namun, setelah 16 tahun berlalu, teori ini dikembangkan lagi di tahun 1983 oleh Martin dan Maccoby menjadi 4.

4 Jenis Pola Asuh Anak

Inilah 4 jenis pola asuh yang perlu diketahui oleh orang tua saat ini.

1. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh ini berisi pola aturan yang ketat dari orangtua kepada anaknya. Menurut orang tua, aturan ketat penting untuk mendisiplinkan anak. Mereka menganggap pola asuh ini dapat membentuk anak menjadi disiplin dan mandiri.

Aturan yang diberikan orang tua dibagi menjadi aturan di dalam rumah, dan di luar rumah. Anak hanya di doktrin untuk patuh, dan selalu menuruti kehendak orang tua. Tidak ada kejelasan mengapa anak harus menaati aturan tersebut.

Nantinya akibat dari pola asuh ini, anak mengalami rasa takut berkepanjangan, depresi, kesulitan dalam mengontrol diri, dan tidak mampu memecahkan masalah.

2. Pola Asuh Permisif

Jenis pola asuh oleh Baumrind yang kedua adalah tipe permisif. Pola asuh ini orang tua diposisikan sebagai teman dan sahabat sang anak. Sayangnya pola asuh ini membuat anak diajarkan untuk melanggar aturan yang berlaku.

Aturan yang diberikan oleh orangtua sifatnya tidak konsisten sehingga anak bisa melanggar aturan tersebut dengan bebas. Orang tua juga dianggap “Terlalu baik” untuk mengasuh anaknya. Tidak jarang minimnya aturan yang berlaku.

Akibatnya kemampuan anak dalam bersosialisasi cenderung lemah. Karena orang tua terlalu memberi kebebasan kepada anak. Kemudian anak suka melanggar aturan yang berlaku, di lingkungan sosial sifat ini tentu sangat merugikan.

Anak menjadi tidak disiplin karena terbiasa melanggar aturan, dan cenderung ingin menjadi anak yang “biasa-biasa saja.” Pola asuh ini terlalu membebaskan anak sehingga anak bisa bertindak semena-mena kepada orang tuanya.

3. Pola Asuh Abai

Dari 4 jenis pola asuh menurut Baumrind, pola asuh ini ternyata banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita. Pola asuh ini berbeda dengan permisif maupun otoritatif. Orang tua cenderung bersifat tidak ingin tahu atau mencampuri urusan anaknya.

Karena orang tuanya abai, maka anak merasa tidak mendapat perhatian dan dukungan dari orang tua. Orang tua dan anak menjadi jarang berkomunikasi satu sama lain. Biasanya pola asuh ini dialami anak yang kedua orang tuanya bekerja.

Pola asuh ini menghasilkan anak yang tidak percaya diri, tidak bisa bergaul dengan teman lain karena kurang komunikasi, dan mudah stress.

4. Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh ini dapat memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter sang anak. Karena pola asuh ini dicirikan kepada demokratis, dimana anak dan orang tua boleh mengutarakan pendapat mereka.

Aturan yang ada di pola asuh ini masih berlaku, dan tidak mengekang seperti pola asuh otoriter. Sedangkan kebebasan tetapi dipenuhi oleh orang tua kepada anaknya. Dampak dari jenis pola asuh ini adalah anak bisa mengekspresikan pendapatnya, bisa mengontrol diri, dan memecahkan masalah.

Itulah 4 jenis pola asuh menurut Baumrind. Semoga bermanfaat!

Related Posts

Posting Komentar