NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Pola Asuh Anak Menurut Para Ahli, Jenis-Jenis, Hingga Prinsip Pola Asuh

Pola Asuh Anak Menurut Para Ahli

Keluarga adalah lingkungan pertama yang ditemui individu sejak mereka lahir ke dunia. Pola asuh anak merupakan hal penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pola asuh anak menurut para ahli bermacam-macam namun memiliki kesimpulan yang sama.

Tentu di lingkungan ini setiap orang tua ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu cara untuk mewujudkannya apakah dengan pola asuh yang baik terhadap anak. Anak akan menemukan jati dirinya dengan cara positif jika mendapat pola asuh yang baik.

Pengertian Pola Asuh

Pola asuh anak memiliki pengertian menurut para ahli yang bermacam-macam namun memiliki kesimpulan yang sama. Berikut beberapa pengertian pola asuh anak menurut para ahli:

1. Menurut Gunarsa (2000)

Pengertian pola asuh anak menurut Gunarsa adalah pola interaksi antara anak dan orang tua dimana tak hanya meliputi pemenuhan fisik dan psikologis namun juga norma-norma yang berlaku di masyarakat agar mendapat hidup yang selaras dengan lingkungan.

2. Menurut Hetherington & Whiting (1999)

Selanjutnya dikutip dari jurnal pengertian pola asuh anak menurut Hetherington dan Whiting adalah proses interaksi total antara orangtua dengan anak. Interaksi tersebut seperti proses pemeliharaan, membersihkan, melindungi, memberi makan dan proses sosialisasi anak.

Orang tua akan menjadikan dirinya contoh yang baik serta menerapkan pola asuh yang terbaik bagi anaknya.

3. Menurut Wahyuning (2003)

Pola asuh anak menurut para ahli berikutnya adalah dari Wahyuning yang menyebutkan bahwa pola asuh anak adalah seluruh cara perlakukan orang tua yang ditetapkan pada anak. Hal ini merupakan bagian penting dan mendasar dalam menyiapkan anak untuk menjadi lebih baik.

Cakupan pengasuhan anak menunjuk pada Pendidikan umum yang ditetapkan yakni proses interaksi orang tua (sebagai pengasuh) dan anak (sebagai yang diasuh). Dimana cakupan itu meliputi perawatan, mendorong keberhasilan, hingga sosialisasi yang baik di masyarakat.

4. Menurut Hersey & Blanchard

Definisi pola asuh anak menurut Hersey dan Blanchard adalah pola asuh sebagai bentuk dari kepemimpinan. Kepemimpinan disini maksudnya adalah proses mempengaruhi seseorang oleh orang lain.

Dalam hal ini peran pemimpin ada dalam diri orang tua ketika mereka mencoba memberi pengaruh yang kuat pada anaknya.

5. Menurut Hurlock (1999)

Pola asuh anak menurut para ahli selanjutnya adalah menurut Hurlock yang menyebutkan pola asuh adalah proses orangtua terhadap perkembangan anaknya ke masa dewasa. Tentu dalam hal ini setiap orang tua memiliki metode yang berbeda-beda.

Tugas orang tua disini untuk melengkapi dan mempersiapkan anak untuk menuju ke kedewasaan dengan memberikan bimbingan dan pengarahan yang dapat membantu anak dalam menjalani kehidupan.

6. Menurut Kohn (1994)

Pola asuh anak menurut Kohn dalam Monks, Knoers, dan Hadilini adalah perlakuan dari orangtua dalam rangka memberi perlindungan dan Pendidikan anak dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana sikap orangtua dalam berhubungan dengan anaknya.

Dari berbagai pengertian pola asuh anak menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pola asuh anak merupakan pola interaksi antara orangtua dan anak yang tak hanya pemenuhan fisik namun juga dalam psikologi dan juga norma-norma yang berlaku.

Jenis-Jenis Pola Asuh Orang Tua

Diana Baumrind (1967) dalam Santrock (2009) membagi pola asuh kedalam tiga bentuk, berikut diantaranya:

1. Pola Asuh Otoriter

Tipe seperti ini biasanya orang tua cenderung membatasi dan menghukum anak. Mereka mendesak anak untuk mengikuti perintah dan menghormati mereka. Orang tua yang menggunakan pola asuh ini juga sangat ketat dalam memberikan batasan.

Kendali sang anak sangat tegas dan komunikasi verbal juga hanya dilakukan satu arah. Umumnya orangtua yang menggunakan pola asuh ini menilai anak sebagai objek yang harus dibentuk oleh orangtua yang merasa “lebih tahu” mana yang terbaik untuk anaknya.

Anak yang diasuh menggunakan pola asuh ini cenderung kurang bahagia ketakutan dalam melakukan sesuatu karena takut salah, minder, dan memiliki kemampuan komunikasi yang lemah.

2. Pola Asuh Demokratis/Otoritatif

Pola asuh dengan demokratis ini cenderung bersifat positif dan mendorong anak untuk mandiri. Namun orang tua tetap menempatkan batasan dan kendali atas tindakan mereka. Orangtua yang melakukan pola ini juga akan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih.

Tak hanya itu orang tua juga melakukan pendekatan ke anak yang bersifat hangat. Komunikasi pada pola ini juga terjadi dua arah orang tua bersifat mengasuh dan mendukung. Anak yang diasuh dengan pola ini akan cenderung lebih dewasa mandiri, ceria, dan sifat positif lainnya.

3. Pola Asuh Permisif

Biasanya orangtua yang menggunakan pola asuh ini cenderung tidak pernah berperan dalam kehidupan anak. Orangtua tidak pernah mengawasi anak dan cenderung membebaskan anak untuk melakukan apapun.

Orangtua juga tidak pernah menegur atau memperingatkan serta sedikit bimbingan. Biasanya pola seperti ini banyak disukai anak. Orang Tua juga tidak pernah mempertimbangkan perkembangan anak secara menyeluruh.

Anak yang diasuh dengan pola ini cenderung melakukan pelanggaran-pelanggaran karena tak mampu mengendalikan perilakunya, tidak dewasa, memiliki harga diri yang lemah dan terasingkan dari keluarga.

Prinsip Pengasuhan

Pola asuh anak menurut para ahli juga memiliki prinsip, seperti yang diutarakan oleh Stewart dan Koch (dalam Tarmudji, 2000) berikut ini:

1. Perhatian

Perlakuan perhatian yang cukup dan konsisten yang dilakukan orangtua rutin setiap harinya sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan kualitas waktu akan membuat anak merasa berharga serta memenuhi kebutuhan akan perhatian merupakan komponen yang sangat penting.

2. Pengertian

Rasa saling percaya antara anak dan orangtua adalah hal yang penting dimiliki dalam pola pengasuhan anak. Hal ini dikarenakan anak mau dan mampu menceritakan masalah apapun kepada orangtua tanpa sungkan.

Dengan memahami perasaan anak juga merupakan dasar yang kuat untuk mempengaruhi pertumbuhan emosi anak. Dengan sedianya orang tua mendengar dan berempati untuk membuka hati akan membantu anak mengatasi masalahnya.

Anak juga akan merasa aman, berpikir jernih saat menghadapi hal yang membingungkan, serta disiplin saat menemui kesulitan untuk mengendalikan diri.

3. Ekspresi Cinta

Orang tua yang menunjukkan ekspresi cinta secara langsung, rasa senang, bangga dan dukungan akan membuat anak memiliki perasaan dicintai dan membangkitkan emosi positif di otak. Tak hanya itu, car aini juga akan berpengaruh pada kemampuan untuk merasakan kebahagiaan.

4. Konfirmasi

Orangtua seharusnya memberitahu jika mengekspresikan emosi negatif merupakan hal yang wajar. Namun konfirmasi apa penyebabnya serta biarkan anak berekspresi secara bebas dengan cara yang tepat.

Justru jika Anda sebagai orang tua melarang bentuk emosi negatif justru akan mengembangkan sikap meledak-ledak dan pendendam.

Penutup

Itulah tadi pengertian pola asuh anak menurut para ahli, jenis pola asuh anak, hingga prinsip pola asuh yang sudah diteliti. Sebagai orang tua seharusnya Anda mampu memilih cara mana yang terbaik untuk sang anak agar menjadi lebih baik lagi.

Pilihlah yang memiliki banyak keuntungan jika diberikan ke anak. Anak akan merasa nayakan dan Anda sebagai orangtua juga merasa bangga terhadap apa yang Anda lakukan sebagai orangtua. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Posting Komentar