NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Etika Pergaulan Teman Sebaya, Mengapa Perlu?

Etika Pergaulan Teman Sebaya

Manusia selalu ingin memuaskan kebutuhan egonya. Kebutuhan ini tidak bisa dipenuhi sendiri, butuh bantuan orang lain.

Disinilah arti pentingnya interaksi sosial, bergaul dengan orang lain. Dimulai dari dalam keluarga, dengan orang tua dan saudara.

Seiring bertambahnya usia, interaksi sosial bertambah luas, diluar keluarga, dalam masyarakat. Diantaranya interaksi dengan teman bermain, sekolah, dan sebaya.

Dalam bergaul dengan teman sebaya kadangkala tidak selalu berjalan dengan baik, seringkali terjadi konflik.

Diperlukan etika pergaulan teman sebaya untuk meminimalisir potensi terjadinya konflik dalam interaksi sosial tersebut.

    Pergaulan teman sebaya

    Teman sebaya adalah sekelompok individu yang mempunyai kesamaan di berbagai aspek, terutama usia, cara berfikir dan bertindak.

    Pergaulan teman sebaya merupakan interaksi sosial yang terjadi di dalam kelompok sebaya dengan struktur sosial dan nilai-nilai tertentu yang mendasari cara berfikir dan bertindak bersama-sama.

    Kelompok sebaya merupakan lingkungan sosial kedua setelah lingkungan keluarga, yang mempunyai pengaruh signifikan dalam perkembangan sosial-emosional anak.

    Kuatnya pengaruh interaksi dengan teman sebaya dapat memberikan dampak positif dan negatif pada anak.

    Teman sebaya bisa menjadi sumber informasi, role model, sekaligus “guru” bagi anak. Tetapi juga bisa menjauhkannya dari orang tua, keluarga, sekolah, bahkan norma dalam masyarakat.

    Olehkarenanya diperlukan kehati-hatian dalam bergaul dengan teman sebaya, salah memilih bisa menjerumuskan anak pada perilaku negatif. Perilaku yang melanggar norma.

    Dampak positif

    1. Sebagai teman

    Kelompok sebaya memberikan anak kesempatan untuk menjadi dan mendapatkan teman yang menyertai, menemani, dan membersamai dalam berbagai aktivitas.

    2. Sebagai motivator

    Dalam perjalanan hidup anak tidak selamanya berjalan mulus, sesekali mungkin mengalami kegagalan dan keterpurukan.

    Dalam kelompok sebaya anak bisa menemukan teman sejati yang ada dan memberikan dorongan dan memotivasi ketika anak terpuruk, mengalami kegagalan.

    3. Dukungan fisik

    Teman sebaya selalu ada secara fisik dan mau mengorbankan waktu, tenaga, bahkan material dan moril manakala anak membutuhkan.

    4. Memberikan dukungan ego

    Bergaul dengan teman sebaya memberikan dorongan dan timbal balik, memberikan semangat untuk berani, menumbuhkan harga diri, dan eksistensi diri.

    5. Pembanding sosial

    Kelompok sebaya memberikan informasi penting tentang karakter, sifat, kemampuan, dan pribadi orang lain.

    Ini bisa menjadi sumber informasi bagi anak belajar adaptasi sosial dan kognitif dengan cara membandingkan apa yang ada dalam dirinya dengan orang lain.

    Dampak negatif

    Soliditas kelompok sebaya dapat menimbulkan dampak negatif sebagai berikut;

    • Anak menjadi sulit menerima orang lain yang tidak memiliki kesamaan dengan dirinya
    • Menutup diri dari orang lain yang tidak masuk dalam kelompok sebaya
    • Munculnya persaingan tidak sehat antar anggota kelompok
    • Munculnya pertentangan dan ketegangan antar kelompok sebaya

    Mengapa perlu etika pergaulan teman sebaya?

    Etika adalah kebiasaan atau cara hidup, berkaitan dengan apa yang benar dan salah, apa yang baik dan buruk, serta tanggung jawab dalam perbuatan manusia.

    Pluralisme dan transformasi sosial-budaya masyarakat memunculkan beragam nilai baru. Etika diperlukan sebagai pedoman menghadapi perubahan tersebut secara kritis dan obyektif.

    Begitu juga dengan pergaulan teman sebaya, etika diperlukan sebagai pedoman dan aturan berperilaku dalam interaksi sosial diantara mereka.

    Meskipun teman sebaya terbentuk karena adanya kesamaan, tetap saja memiliki heterogenitas, perbedaan.

    Etika pergaulan teman sebaya diperlukan untuk menumbuhkan sikap toleransi, yang bisa menumbuhkan kohesivitas kelompok, kekuatan interaksi dari anggota.

    Kohesivitas ditunjukkan dengan kesatuan, keeratan, keramahtamahan, dan saling ketertarikan antar anggota kelompok.

    Kohesivitas yang kuat akan memunculkan nilai baru dalam kelompok, yang bisa menggerakkan semua anggota untuk melakukan “apapun” demi mencapai tujuan.

    Etika diperlukan untuk menyaring nilai-nilai baru tersebut agar tidak melenceng dari norma susila maupun norma hukum.

    Contoh etika pergaulan teman sebaya

    1. Saling menghormati

    Secara manusiawi, seseorang ingin dihormati, bukan karena kedudukannya, melainkan karena keberadaan dirinya.

    • ucapkan salam saat bertemu dan ketika berpisah
    • tatap lawan bicara saat berbicara
    • panggillah nama, jangan memanggil dengan sebutan yang tidak disukai
    • ucapkan tolong saat meminta bantuan
    • mintalah maaf jika Anda membuat teman Anda merasa tidak nyaman
    • jangan memilih-milih teman berdasarkan suku, ras, dan agama
    • pilihlah teman karena akhlaknya yang baik

    2. Saling menghargai

    Saling menghargai dapat dilakukan dengan perilaku berikut;

    • berikan pujian saat teman berhasil melakukan sesuatu
    • dengarkan dengan seksama saat teman Anda berbicara
    • terima pendapat teman, sekalipun Anda tidak sependapat dengannya
    • jangan menyinggung latar belakang teman Anda, meskipun ia berbeda latar belakang dengan Anda
    • ucapkan terimakasih atas bantuan teman
    • jangan bully teman Anda meskipun dia memiliki kekurangan atau berbeda dengan Anda

    3. Sikap mau mengerti

    Anda tidak boleh mengedepankan ego, harus memahami apa yang teman Anda rasakan.

    • sembunyikan perasaan kesal, marah, gusar, dan lainnya dari teman Anda
    • dengarkan dengan empati saat teman Anda curhat
    • hindari perilaku verbal dan non verbal yang dapat menyinggung perasaan teman
    • menjauhlah dari teman Anda, beri privasi saat ia ingin sendiri
    • jangan bercanda saat teman Anda lagi ingin serius
    • jangan bercanda yang melampau batas atau menyinggung perasaan teman Anda

    4. Saling membantu

    Anda tidak mungkin mencapai tujuan dan keinginan tanpa bantuan orang lain. Saling membantu merupakan etika yang harus diterapkan dalam pergaulan teman sebaya,

    • ulurkan tangan Anda saat teman Anda membutuhkan bantuan
    • ingatkan teman Anda saat berperilaku yang tidak sesuai dengan norma susila atau norma hukum
    • berikan kritik, saran, dan masukan yang membangun untuk kemajuan teman Anda
    • berikan dorongan motivasi saat teman Anda sedang terpuruk

    5. Saling percaya

    Saling percaya merupakan tonggak dalam pergaulan teman sebaya.

    • jujur
    • jaga amanah yang diberikan kepada Anda
    • simpan rahasia teman, jangan menyebarkan aib teman
    • berfikirlah positif terhadap teman
    • waspada boleh tapi jangan mencurigai teman

    Kesimpulan

    Bergaul dengan teman sebaya merupakan salah satu kebutuhan perkembangan sosial-emosional anak.

    Dalam pergaulan ini tak jarang terjadi konflik, karena ketidakselarasan antara keinginan sendiri dengan kelompok.

    Konflik menjadikan anak belajar mengendalikan ego, mengelola emosi, dan bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.

    Etika pergaulan teman sebaya diperlukan untuk menumbuhkan toleransi, sikap yang menghargai adanya perbedaan.

    Etika ini apabila dilaksanakan dalam pergaulan teman sebaya bisa meminimalisir potensi terjadinya kekerasan remaja di lingkungan sekolah maupun diluar.

    Related Posts

    Posting Komentar