NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Bingung Merencanakan Pilihan Karir Anda? Ini Panduannya!

Teori Pilihan Karir Holland

Pekerjaan atau jabatan (baca: karir) merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia. Biasanya, pilihan karir seseorang dipengaruhi oleh faktor keturunan (karir orang tua) dan lingkungan sosial budaya. Masih jarang ditemui seseorang ketika merencanakan karir didahului dengan analisis pilihan karir berdasarkan bakat, minat, dan tipe kepribadiannya.

Misalnya, orang tua yang berprofesi sebagai guru, maka anak-anaknya memiliki kecenderungan menjadi guru sebagai pilihan profesinya. Atau, anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan militer, maka memiliki kecenderungan berkarir sebagai tentara.

Selain itu, banyak orang yang beranggapan “karir identik dengan uang” sehingga kecenderungan pilihan karirnya pada pekerjaan-pekerjaan yang menjanjikan limpahan uang. Memang tidak salah, tetapi uang bukan merupakan aspek terpenting dalam perencanaan karir.

Sehingga kita banyak mendapati fenomena dalam masyarakat, dimana seseorang yang memiliki karir yang bagus dengan gaji yang besar tetapi merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya.

Atau, seseorang yang telah bertahun-tahun menekuni pekerjaan tetapi karirnya tidak pernah berkembang, kemudian keluar dari pekerjaannya dan memulai karir yang baru dan dapat berkembang dengan cepat.

Fenomena ini terjadi karena ketika seseorang merencanakan karirnya tidak mempertimbangkan aspek kepribadiannya, sehingga pilihan karir yang ditekuninya tidak sesuai dengan tipe kepribadiannya.

Oleh karena itu, ada baiknya kita mencermati teori pilihan karir (vocational personality) dari John L. Holland. Analisislah pilihan karir Anda dengan teori-teori tersebut. Selanjutnya Anda bisa menentukan langkah untuk mewujudkannya di masa depan.

Menurut teori vocational personality ini, terdapat enam tipe kepribadian vocational yang memiliki profil pilihan karir yang unik sesuai minat dan kepribadian seseorang.

1. Tipe Kepribadian Realistik

Individu dengan tipe realistik memiliki kecenderungan pilihan karir yang beorientasi penerapan, aktivitas-aktivitas kerja praktis dan kegiatan di luar ruangan.

Tipe ini merasa tidak nyaman bekerja “dibelakang meja” dan pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain karena kurang memiliki kecakapan verbal dan keterampilan hubungan sosial. Tetapi tipe realistik ini memiliki kekuatan fisik, kecakapan motorik, dan mampu dengan cepat menangkap suatu masalah dan mencari solusinya.

Pilihan karir yang cocok untuk tipe ini adalah pekerjaan yang berhubungan dengan mesin/alat seperti sopir, bangunan, operator mesin, penerbang, kelistrikan, komputer, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan mekanikal.

Pilihan karir tipe kepribadian realistik

2. Tipe Kepribadian Investigative

Tipe ini menyukai profesi yang mengedepankan aspek intelektual atau pekerjaan yang membutuhkan investigasi dan pemikiran yang mendalam.

Tipe ini memiliki kecakapan dalam menganalisis suatu masalah tetapi memiliki kelemahan dalam mengarahkan orang lain. Pilihan karir yang cocok diantaranya sebagai ilmuwan, peneliti, konsultan, analis, penulis, atau pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan analisis intelektual.

Pilihan karir tipe kepribadian investigative

3. Tipe Kepribadian Sosial

Individu dengan tipe sosial memiliki ketrampilan hubungan sosial dan kecakapan verbal sehingga menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain daripada dengan mesin/alat atau data.

Tipe ini senang membantu dan memotivasi orang lain untuk berkembang sehingga pilihan karir yang cocok adalah pekerjaan yang erat kaitannya dengan membantu orang lain, seperti guru/dosen, pekerja sosial, public relation, ustadz/misionaris, konselor, medis, atau pekerjaan-pekerjaan lain yang banyak berhubungan dengan orang lain.

Pilihan karir tipe kepribadian sosial

4. Tipe Kepribadian Konvensional

Tipe konvensional menyukai pekerjaan yang bersifat verbal dan memiliki prosedur dan standar baku, dan tidak terganggu dengan rutinitas pekerjaan.

Tipe ini bekerja dengan data, detail, standar yang tinggi, dan kewenangan yang jelas. Tidak suka bermain-main dengan imajinasi atau ide sehingga cocok pada bidang perkantoran, statistik, perpustakaan, administrator, manajer, perbankan, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang menuntut ketelitian dan detail.

Pilihan karir tipe kepribadian konvensional

5. Tipe Kepribadian Artistik

Tipe ini lebih suka bekerja sendiri, mengatur, menyusun pola kerja sendiri, dan tidak nyaman dengan aturan-aturan yang baku.

Tipe ini menyukai aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan sisi artistik. Pekerjaan merupakan ekspresi diri dari perasaan dan imajinasinya, sehingga cocok sebagai musisi, kartunis, artis, penyair, penari, pekerja TV/film, atau pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan seni atau media.

Pilihan karir tipe kepribadian artistik

6. Tipe Kepribadian Enterprising

Tipe enterprising suka bertemu orang, memimpin, berbicara dan mempengaruhi orang lain, mendorong orang lain, bekerja dalam bisnis.

Tipe ini juga memiliki kemampuan verbal untuk meyakinkan dan mempengaruhi orang lain. Cepat mengambil keputusan, berani mengambil resiko, senang memulai hal-hal yang baru.

Dengan karakteristik yang dimiliki tersebut maka pilihan karir tipe enterprising sangat cocok untuk menjadi pengusaha, politikus, eksekutif, pedagang, pengacara atau pekerjaan-pekerjaan lain yang sejenis.

Pilihan karir tipe kepribadian enterprising

Bagaimana Menentukan Pilihan Karir Anda?

Agar seseorang dapat memilih karir yang cocok dan menemukan kepuasan dalam pekerjaannya, maka ia perlu menemukan tempat kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya, bisa saja seseorang memiliki minat dan bakat yang kuat pada dua tipe atau lebih kepribadian vokasional di atas, namun demikian harus diperhatikan kesesuaian masing-masing tipe. Penting untuk menentukan pilihan karir sesuai tipe kepribadian.

Misalnya, seseorang yang memiliki minat artistik dan sosial yang kuat dapat memilih pekerjaan yang menuntut sisi artistik dan sisi sosial, seperti menjadi seorang desainer baju atau perancang interior rumah, sehingga ia akan mendapatkan kepuasan dalam mengekspresikan diri dan kepuasan dalam membantu orang lain.

Idealnya, perencanaan karir dimulai sejak SMP, karena setelah lulus SMP ada dua pilihan kelanjutan studi, SMA atau SMK. Perbedaannya pada desain kurikulum, SMA diarahkan setelah lulus lanjut ke perguruan tinggi. Sementara kurikulum SMK didesain setelah lulus siap kerja. Meskipun ada, karena alasan tertentu, pilihan karir setelah lulus SMP adalah langsung bekerja.

Jika dalam perencanaan karir akan bekerja setelah lulus sekolah lanjutan atas, lebih tepat masuk SMK. Pilih jurusan sesuai pilihan karir setelah lulus SMK. Tipe kepribadian artistik bisa masuk SMK jurusan seni. Atau, tipe kepribadian sosial dapat mengambil SMK kesehatan.

Sebaliknya, jika pilihan karir setelah lulus SMA melanjutkan kuliah, menjadi mahasiswa. Orang yang memiliki tipe kepribadian sosial dan artistik bisa ambil jurusan pendidikan seni sehingga minat sosial dan seni bisa terpuaskan.

Jadi, analisislah pilihan karir Anda sebelum menentukan profesi yang akan ditekuni. Tentukan pilihan berdasarkan minat, bakat, dan tipe kepribadian Anda untuk hasil yang optimal, tidak hanya uang tetapi juga kebahagian Anda dalam bekerja.

Artikel Terkait

Posting Komentar