NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Pilihan Karir Setelah Lulus SMA/SMK Sesuai Tipe Kepribadian

Pilihan Karir Setelah Lulus SMA/SMK Sesuai Tipe Kepribadian

Persaingan global menuntut seseorang harus menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja. Salah satu upaya untuk mendapatkan SDM berkualitas adalah melalui pendidikan.

Pendidikan tidak hanya sekedar transfer knowledge, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk merencanakan pilihan karir setelah lulus SMP, SMA/SMK, maupun Perguruan Tinggi setelah menjadi sarjana.

Faktanya, banyak siswa yang mengalami kebingungan dalam merencanakan karir. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana merencanakan dan contoh pilihan karir, khususnya pilihan karir setelah lulus SMA/SMK sesuai minat, bakat, dan tipe kepribadian.

    Perencanaan Karir

    Seringkali muncul kebingungan di masyarakat tentang perbedaan istilah pekerjaan, profesi, dan karir.

    Pekerjaan merupakan setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa. Tujuannya untuk mendapatkan uang. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

    Profesi merujuk pada bidang pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus yang diperoleh dari pendidikan atau pelatihan. Disebut sebagai tenaga kerja profesional.

    Karir adalah pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Karir juga diartikan sebagai perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya (KBBI).

    Karir merupakan rentangan peran kehidupan sepanjang hayat yang dijalani oleh seseorang, baik ketika berada di bangku sekolah, saat bekerja, maupun ketika memasuki masa pensiun.

    Karir merupakan suatu pilihan profesi yang akan ditekuni untuk mencapai kesejahteraan hidup, baik secara finansial maupun kepuasan batin ketika seseorang beranjak dewasa. Sehingga perencanaan karir menjadi penting untuk mencapai tujuan tersebut.

    Perencanaan karir adalah suatu kegiatan yang terarah yang merupakan persiapan untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan potensi seseorang, diantaranya adalah memilih pendidikan dan keterampilan untuk mendapatkan sumber penghasilan, yang memungkinkan seseorang maju dan berkembang secara kualitas (taraf hidup) dan kuantitas (kesejahteraan).

    Dalam perencanaan pilihan karir terdapat poin penting yang harus diperhatikan oleh seseorang, yakni;

    • mengenal potensi diri meliputi minat, bakat, dan tipe kepribadian vokasional
    • melakukan identifikasi tujuan-tujuan hidup yang terkait dengan pilihan karir
    • mengenal beragam jenis profesi beserta tingkat pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasukinya
    • memahami peluang, kendala, dan konsekuensi terhadap karir yang akan dipilih
    • menetapkan pilihan pendidikan, keterampilan, dan pengalaman-pengalaman untuk pengembangan diri dalam mencapai tujuan karir

    Bagaimana Merencanakan Pilihan Karir?

    Dalam perencanaan karir, setidaknya ada dua teori yang bisa dipakai untuk menentukan pilihan karir di masa depan, yaitu Rumus Karir dari Richard Leider dan Teori Pilihan Karir John L. Holland.

    1. Rumus Karir Richard Leider

    Konsultan karir dari USA, Richard Leider, membuat rumus modern untuk mengkalkulasi perencanaan pilihan karir dan mewujudkannya di masa depan.

    Rumus karir tersebut adalah KARIR = T + 2P + E + V

    Penjelasan:

    T = Talent (Bakat)

    Arah karir dan profesi apa yang sesuai di masa depan dapat dideteksi melalui bakat seseorang. Apa saja kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya. Asah kelebihan yang dimiliki, dan tingkatkan kelemahan yang ada.

    2P = Passion dan Purpose (Keinginan dan Tujuan)

    Untuk menentukan pilihan karir bisa dilakukan dengan melihat keinginan yang kuat untuk mewujudkan karir tersebut. Juga dibutuhkan arah dan tujuan yang jelas agar tidak salah arah dalam pencapaian karir di masa depan. Ini membutuhkan pengenalan diri yang mendalam pada diri seseorang.

    E = Environment (Lingkungan)

    Perencanaan karir merupakan persiapan untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan potensi seseorang. Oleh karena itu membutuhkan lingkungan yang positif untuk mengembangkan diri, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan.

    Lingkungan yang baik dapat membantu mengasah minat, bakat, dan belajar aktualisasi diri sehingga kepribadian dan emosi berkembang dengan baik. Ini membantu mereka menentukan pilihan karir yang memberikan kepuasan baginya.

    V = Vision (Pandangan)

    Untuk menentukan pilihan karir, seseorang perlu menerapkan visioning atau memandang jauh ke depan. Memiliki wawasan beragam bentuk-bentuk karir yang akan dicapai, bagaimana mencapainya dengan pendidikan dan keterampilan yang harus dikuasai.

    Visi yang baik bisa terwujud dengan menggali potensi diri dan membuat perencanaan bagaimana memanfaatkan potensi tersebut untuk pilihan karir dan meraihnya di masa depan.

    2. Teori Pilihan Karir John L. Holland

    Kepuasan dalam bekerja, menurut teori pilihan karir Holland, akan diperoleh jika seseorang bekerja sesuai dengan minat vokasionalnya.

    Minat vokasional terbentuk dari hasil perpaduan perjalanan kehidupan seseorang dengan seluruh kepribadiannya. Perpaduan ini akan menjadi ciri kepribadian yang terekspresikan dalam bentuk minat dalam berbagai bidang, seperti minat akademik, pekerjaan, hobi, maupun kegiatan-kegiatan lain yang disukainya.

    Dari minat vokasional tersebut, Holland mengkonseptualisasikan enam tipologi kepribadian sebagai berikut:

    1) Realistic

    Tipe realistik lebih menyukai pekerjaan realistis atau objek yang konkrit, mekanikal, dan bekerja di luar ruangan mengoperasikan alat atau mesin.

    Tipe ini dicirikan dengan kepribadian vokasional sebagai berikut;

    • memiliki keterampilan fisik dan atletik
    • kemampuan koordinasi motorik baik
    • kecakapan verbal rendah
    • keterampilan sosial rendah
    • menyukai pekerjaan manual dan sistematis

    Pilihan karir sesuai tipe kepribadian ini adalah bekerja di bidang perkebunan, pertanian, mekanik, montir, konstruksi, atau pekerjaan lain yang sesuai dengan ciri kepribadian realistik.

    Mata pelajaran yang mendukung kepribadian vokasional tipe realistik adalah bahasa inggris, matematika, sains/IPA, teknologi, komputer, studi bisnis, pertanian, hortikultura, dan pendidikan jasmani.

    2) Investigative

    Tipe investigatif memiliki kecenderungan lebih menyukai pekerjaan yang bersifat eksploratif, penelitian atau pengumpulan fakta untuk memecahkan masalah.

    Ciri kepribadian vokasional tipe investigatif;

    • berfikir kritis, analitis, teoritis, dan konseptual
    • menyukai pekerjaan yang bersifat eksploratif, teoritis, dan konseptual
    • tidak suka menonjolkan diri
    • rasa ingin tahu yang tinggi
    • tertutup

    Pilihan karir sesuai tipe kepribadian ini cocok untuk bekerja di laboratorium sebagai peneliti, ilmuwan, ahli matematika dan sains, atau pekerjaan yang sesuai dengan ciri kepribadian investigatif.

    Mata pelajaran yang mendukung kepribadian vokasional tipe investigatif adalah bahasa inggris, matematika, sains/IPA, komputer, teknologi.

    3) Artistic

    Tipe kepribadian artistik menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan seni, kreatifitas, imajinasi tinggi, atau jenis pekerjaan yang bisa mengekspresikan diri secara bebas, tidak terikat aturan dan rutinitas.

    Ciri kepribadian vokasional tipe artistik;

    • cenderung ingin mengekspresikan dirinya
    • tidak menyukai struktur atau aturan
    • lebih menyukai tugas-tugas yang memungkinkan mengekspresikan diri secara verbal maupun non-verbal
    • memiliki idealisme tinggi
    • intuitif

    Pilihan karir yang sesuai dengan tipe kepribadian artistik adalah jenis pekerjaan yang memberikan kesempatan seseorang mengekspresikan diri, yaitu sebagai musisi, seniman, dekorator, penari, penulis, atau pekerjaan yang sejenis.

    Mata pelajaran yang dapat mengembangkan kepribadian vokasional tipe artistik adalah bahasa inggris, ilmu sosial, musik, drama, seni, desain grafis, komputer, studi bisnis, bahasa.

    4) Social

    Tipe kepribadian sosial lebih senang berada atau bergaul di dalam lingkungan sosial, menyukai pekerjaan sosial, membantu orang lain.

    Ciri kepribadian vokasional tipe sosial:

    • senang membantu
    • mudah bekerja sama dengan orang lain
    • kemampuan verbal baik
    • kemampuan sosial baik
    • terbuka dan hangat
    • kurang dalam kemampuan mekanikal dan sains

    Pilihan karir yang cocok dengan tipe kepribadian sosial adalah melayani orang, sehingga cocok jika bekerja sebagai guru, dosen, konselor, guide, psikolog, perawat, atau pekerja sosial lainnya.

    Mata pelajaran yang bisa mendukung pengembangan kepribadian vokasional tipe sosial adalah bahasa inggris, ilmu sosial, matematika, sains/IPA, kesehatan, pendidikan jasmani, seni, komputer, studi bisnis, bahasa.

    5) Enterprising

    Orang dengan tipe enterprising menyukai pekerjaan yang bertujuan mempengaruhi, membujuk, atau menjual gagasan pada orang lain.

    Ciri kepribadian vokasional tipe enterprising;

    • mempunyai kemampuan komunikasi yang baik
    • mempunyai kemampuan memimpin orang lain, mengatur, dan mengarahkan
    • cakap dalam mempromosikan produk atau gagasan
    • mudah melakukan adaptasi dengan orang lain
    • percaya diri, optimis, dan ambisius

    Pilihan karir sesuai tipe kepribadian enterprising ini yaitu pedagang, sales, pengusaha, politikus, manajer, pengacara, konsultan industri, promotor, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang bertujuan mempengaruhi orang lain.

    Mata pelajaran yang dapat mendukung pengembangan kepribadian vokasional tipe enterprising adalah bahasa inggris, matematika, studi bisnis, akuntansi, ekonomi, ilmu sosial, drama, komputasi, manajemen informasi teks, bahasa.

    6) Conventional

    Tipe kepribadian konvensional cenderung menyukai pekerjaan dalam ruangan yang berhubungan dengan berkas-berkas, angka, atau pekerjaan dengan struktur yang jelas.

    Ciri kepribadian vokasional tipe konvensional;

    • menyukai pekerjaan yang terstruktur
    • menyenangi bahasa yang tersusun baik
    • menghindari segala situasi yang tidak jelas
    • mengolah data dengan aturan tertentu
    • mengikuti sistem

    Pilihan karir sesuai tipe kepribadian konvensional ini cocok sebagai sekretaris, teller, akuntan, kasir, pemegang buku, pegawai arsip, pengawas bank, ahli perpajakan, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang membutuhkan ketelitian dan akurasi yang tinggi.

    Mata pelajaran untuk mengembangkan kepribadian vokasional tipe konvensional adalah bahasa inggris, matematika, studi bisnis, akuntansi, ekonomi, komputer, manajemen informasi teks.

    Menurut teori pilihan karir Holland, seseorang bisa saja memiliki lebih dari satu tipologi kepribadian. Namun demikian, minat vokasional yang paling kuat yang memainkan peran utama dalam pilihan dan kepuasan karir.

    Contoh Si Fulan memiliki tipologi sosial dan artistik, ia lebih mungkin berhasil dan puas jika memilih karir dengan bekerja melayani orang lain di lingkungan artistik, seperti menjadi guru tari, designer, dll.

    Profil Pilihan Karir Setelah Lulus SMA/SMK

    Pada setiap fase kehidupan manusia terdapat tugas dan harapan karir, termasuk pada usia remaja, usia sekolah. Pada kenyataannya masih banyak dijumpai permasalahan pilihan karir yang terjadi terutama setelah lulus SMP.

    Permasalahan ini muncul karena tidak adanya pemahaman terhadap orientasi karir, yaitu pilihan studi lanjut atau pilihan karir di masa depan. Padahal pilihan kelanjutan studi di SMA/SMK merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan dan harapan yang dicita-citakan.

    Berikut profil pilihan karir setelah lulus SMA/SMK.

    1. Pilihan Karir Setelah Lulus SMA/MA

    Satuan pendidikan SMA/MA merupakan jenjang pendidikan umum dimana kurikulum disusun dan dipersiapkan bagi siswa yang menginginkan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

    Tujuan pengajaran di SMA/MA adalah setelah siswa lulus dapat bekerja di bidang tertentu yang masih memerlukan persiapan atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan memasuki program studi sesuai dengan pilihan dan pendalaman mata pelajaran di SMA/MA.

    Sesuai dengan tujuan pengajaran di SMA/MA, maka mata pelajaran yang diajarkan dibagi menjadi beberapa kelompok peminatan. Siswa dapat memilihnya untuk mewujudkan pilihan karir di masa depan.

    1) Kelompok peminatan matematika dan sains

    Kelompok peminatan matematika dan sains fokus pada penguasaan konsep-konsep eksakta untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, dan membekali peserta didik untuk berkompetisi di bidang sains dan teknologi.

    Pilihan karir setelah lulus SMA/MA pada kelompok peminatan ini adalah melanjutkan studi atau bekerja di bidang ilmu sains, teknik, kesehatan dan kedokteran, pertanian, kehutanan, perikanan, dan ilmu pendidikan (matematika, fisika, kimia, biologi, dan teknik).

    2) Kelompok peminatan ilmu sosial

    Kelompok peminatan ilmu sosial berkonsentrasi pada mempelajari kehidupan sosial dan penguasaan pada keterampilan sosial.

    Setelah lulus SMA/MA, peserta didik dapat menentukan pilihan karir untuk menekuni profesi atau melanjutkan studi di PT pada bidang ilmu ekonomi, sosial dan politik, hukum, psikologi, filsafat, pariwisata dan perhotelan, seni dan desain, atau pendidikan ilmu-ilmu sosial.

    3) Kelompok peminatan ilmu bahasa dan budaya

    Kelompok peminatan ilmu bahasa dan budaya menekankan pada keterampilan bahasa dan konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan dan kemanusiaan.

    Pilihan karir kelompok peminatan ini adalah bekerja atau melanjutkan studi pada bidang bahasa dan sastra, seni, ilmu sosial dan politik, hukum, dan ilmu pendidikan (bahasa dan sastra, seni, sejarah, atau arkeologi).

    4) Kelompok peminatan vokasi dan prakarya

    Kelompok peminatan vokasi dan prakarya penekanan pada potensi sumber daya manusia di SMA sesuai dengan kebutuhan pada dunia kerja dan kewirausahaan.

    Prospek pilihan karir setelah lulus SMA/MA bisa melanjutkan studi atau bekerja di bidang kerajinan tangan (handicraft) seperti membatik, ukir, anyaman, servis elektronik, desain grafis, dll. atau budidaya, rekayasa, dan pengolahan hasil pertanian atau peternakan.

    5) Kelompok peminatan olahraga dan seni

    Kelompok peminatan olahraga dan seni fokus pada pengembangan potensi, minat, dan bakat peserta didik di bidang olahraga dan seni.

    Pilihan karir kelompok peminatan olahraga dan seni adalah melanjutkan pendidikan dan bekerja di bidang olahraga dan seni, seperti atlet, pelatih, musisi, komponis, aktor/aktris, sutradara, pemahat, pelukis dll.

    2. Pilihan Karir Setelah Lulus SMK/MAK

    Satuan pendidikan SMK/MAK merupakan jenjang pendidikan khusus atau sekolah kejuruan sesuai dengan program keahlian yang diajarkan.

    Setelah selesai pendidikan di SMK/MAK, peserta didik dapat bekerja di bidang tertentu sesuai bidang keahlian yang telah dipelajari, atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan memasuki program studi sesuai dengan pilihan dan pendalaman mata pelajaran sewaktu di SMK/MAK.

    Dalam Keputusan Mendikbudristek No. 56/M/2022, ada 10 spektrum keahlian pada jenjang SMK/MAK yang disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja. Spektrum keahlian tersebut dapat menjadi pilihan karir setelah lulus SMK/MAK.

    Berikut bidang dan program keahlian pada jenjang SMK/MAK:

    1) Teknologi Konstruksi dan Properti

    • Teknik Perawatan Gedung
    • Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil
    • Teknik Konstruksi dan Perumahan
    • Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
    • Teknik Furnitur

    2) Teknologi Manufaktur dan Rekayasa

    • Teknik Mesin
    • Teknik Otomotif
    • Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam
    • Teknik Logistik
    • Teknik Elektronika
    • Teknik Pesawat Udara
    • Teknik Konstruksi Kapal
    • Kimia Analisis
    • Teknik Kimia Industri
    • Teknik Tekstil

    3) Energi dan Pertambangan

    • Teknik Ketenagalistrikan
    • Teknik Energi Terbarukan
    • Teknik Geospasial
    • Teknik Geologi Pertambangan
    • Teknik Perminyakan

    4) Teknologi Informasi

    • Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
    • Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

    5) Kesehatan dan Pekerjaan Sosial

    • Layanan Kesehatan
    • Teknik Laboratorium Medik
    • Teknologi Farmasi
    • Pekerjaan Sosial

    6) Agribisnis dan Agriteknologi

    • Agribisnis Tanaman
    • Agribisnis Ternak
    • Agribisnis Perikanan
    • Usaha Pertanian Terpadu
    • Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
    • Kehutanan

    7) Kemaritiman

    • Teknika Kapal Penangkapan Ikan
    • Nautika Kapal Penangkapan Ikan
    • Teknika Kapal Niaga
    • Nautika Kapal Niaga

    8) Bisnis dan Manajemen

    • Pemasaran
    • Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
    • Akuntansi dan Keuangan Lembaga

    9) Pariwisata

    • Usaha Layanan Pariwisata
    • Perhotelan
    • Kuliner
    • Kecantikan dan Spa

    10) Seni dan Ekonomi Kreatif

    • Seni Rupa
    • Desain Komunikasi Visual
    • Desain dan Produksi Kriya
    • Seni Pertunjukan
    • Broadcasting dan Perfilman
    • Animasi
    • Busana

    Penutup

    Karir merupakan serangkaian aktivitas yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Cara untuk memenuhi kepuasan hidup, menunjukkan eksistensinya dalam masyarakat, dan memperoleh apa yang diinginkannya untuk mencapai tujuan hidup.

    Kesuksesan karir tidak hanya dilihat dari jabatannya yang tinggi atau penghasilannya yang besar. Tetapi juga kepuasan batin yang diperoleh dari pilihan karir yang dijalaninya.

    Sehingga seringkali kita melihat orang yang mempunyai jabatan yang tinggi atau gaji yang besar di perusahaan/instansi pemerintah memilih mengundurkan diri, banting stir dengan profesi baru, memilih karir yang sesuai dengan tipe kepribadiannya untuk mendapatkan kepuasan batin.

    Untuk mewujudkan pilihan karir di masa depan yang sesuai dengan harapan, bisa dilakukan dengan mengikuti kursus, pelatihan, workshop, atau melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP dengan mempertimbangkan pilihan karir setelah lulus SMA/SMK sesuai tipe kepribadian.

    Related Posts

    Posting Komentar