Strategi Gaya Belajar Kinestetik dan Contohnya

Strategi Gaya Belajar Kinestetik

Ada seorang siswa terlihat asyik memainkan sesuatu, ada saja yang dipegang atau diotak-atik, seolah-olah tidak memperhatikan guru, sesekali bibirnya tersenyum ketika guru melontarkan candaan. Namun ketika ditanya, dia mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat.

Pada kasus lain, seringkali orang tua di rumah “marah-marah” saat mendampingi buah hatinya belajar karena mereka tidak bisa diam, terus aktif bergerak, atau memainkan sesuatu dengan tangannya, tapi pekerjaan rumahnya bisa diselesaikan dengan baik.

Dua contoh kasus di atas adalah gambaran dari orang kinestetik. Mereka tidak mengalami gangguan pemusatan perhatian dan tetap bisa berkonsentrasi, hanya cara mereka menyerap informasi menuntutnya untuk terus bergerak.

Strategi gaya belajar kinestetik dibutuhkan pada orang-orang seperti pada contoh di atas, karena pada dasarnya modalitas belajar kinestetik mereka lebih dominan dibandingkan dengan visual maupun auditori.

Apa itu Gaya Belajar Kinestetik?

Gaya belajar kinestetik adalah salah satu cara yang dilakukan individu untuk memahami dan mengingat informasi baru melalui pengalaman fisik dan perasaan.

Mereka mengingat informasi dengan cara memvisualisasikan dan merasakan situasi atau konsep yang sedang dipelajari.

Gaya belajar kinestetik menekankan pada pentingnya aktivitas fisik dan perasaan dalam proses pembelajaran.

Mereka memiliki kebutuhan untuk mengalami sesuatu secara fisik dan emosi untuk memahami dan mengingat informasi.

Orang dengan gaya belajar kinestetik sering lebih suka belajar melalui aktivitas praktis dan membutuhkan gerakan maupun interaksi fisik untuk memahami konsep-konsep baru.

Pembelajar kinestetik cenderung ingin memperagakan secara langsung tanpa membaca instruksi yang tersedia. Mereka suka menangani, bergerak, menyentuh, dan merasakan atau mengalami sendiri.

Bahwa semua orang mempunyai gaya belajar kinestetik namun dengan tingkatan yang berbeda, ada yang rendah, sedang, dan ada yang lebih dominan.

Strategi gaya belajar kinestetik dibutuhkan manakala seseorang lebih dominan dengan modalitas belajar kinestetik atau dimensi gaya belajar active learners.

Jenis Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik dibagi menjadi dua jenis, yaitu: (1) gaya belajar kinestetik eksternal, dan (2) gaya belajar kinestetik internal.

1. Gaya Belajar Kinestetik Eksternal

Gaya belajar kinestetik eksternal adalah gaya belajar yang menekankan pada pengalaman fisik dan perasaan.

Orang yang memiliki gaya belajar kinestetik eksternal lebih suka belajar melalui praktek dan mencoba sendiri, daripada hanya mendengarkan atau membaca informasi.

Mereka sering memiliki kebutuhan untuk bergerak dan mengalami sesuatu secara fisik untuk memahami dan mengingat informasi.

Contohnya, seseorang dengan gaya belajar kinestetik eksternal akan lebih mudah mengingat cara memainkan suatu permainan baru setelah mencoba sendiri daripada hanya melihat atau mendengarkan penjelasan tentang cara bermain.

Dalam situasi belajar, mereka bisa mengambil keuntungan dengan melakukan aktivitas praktis dan berkolaborasi dengan teman sekelas.

Sehingga dibutuhkan strategi gaya belajar kinestetik yang memungkinkan seseorang berkolaborasi dalam aktivitas praktis, seperti:

  • Projek kelompok
  • Diskusi kelompok
  • Menyelesaikan masalah bersama
  • Mengerjakan tugas kelompok
  • Kegiatan olahraga beregu

2. Gaya Belajar Kinestetik Internal

Gaya belajar kinestetik internal adalah gaya belajar yang menekankan pada perasaan dan keterkaitan emosi dengan informasi baru.

Orang yang memiliki gaya belajar kinestetik internal memahami dan mengingat informasi dengan cara memvisualisasikan dan merasakan situasi atau konsep yang sedang dipelajari.

Mereka sering memiliki kebutuhan untuk mengejar pengalaman dan menghubungkan informasi baru dengan perasaan dan pengalaman mereka sendiri.

Contohnya, seseorang dengan gaya belajar kinestetik internal akan lebih mudah memahami suatu konsep emosi dengan memvisualisasikan dan merasakan emosi tersebut, daripada hanya mendengarkan atau membaca informasi tentang emosi tersebut.

Dalam situasi belajar, mereka bisa mengambil keuntungan dengan memvisualisasikan situasi atau konsep yang sedang dipelajari dan berbicara tentang perasaan mereka.

Strategi gaya belajar kinestetik internal dapat dilakukan melalui:

  • Membaca dan mengulang
  • Membuat rangkuman
  • Membuat diagram atau peta konsep
  • Memvisualisasikan informasi dalam pikiran
  • Membuat gambaran mental tentang suatu konsep atau situasi
  • Menggunakan asosiasi, yaitu menghubungkan informasi dengan kata kunci atau frasa yang mudah diingat
  • Berbicara dengan diri sendiri

Ciri Gaya Belajar Kinestetik

Ciri gaya belajar kinestetik adalah sebuah gaya belajar yang menekankan pada pengalaman praktis dan gerakan fisik.

Pembelajar kinestetik biasanya menikmati kegiatan seperti drama, olahraga, membuat kerajinan tangan, dan melakukan eksperimen. Mereka cenderung tidak menyukai kegiatan yang terlalu teoretis dan membosankan.

Strategi gaya belajar kinestetik dipilih untuk memudahkan memahami konsep melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan benda atau situasi tertentu.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar kinestetik:

  1. Membutuhkan gerakan: Mereka memiliki kebutuhan untuk bergerak dan berinteraksi secara fisik dengan lingkungan sekitarnya.
  2. Belajar dengan mengalami: Mereka memahami konsep dengan baik melalui pengalaman praktis dan aktivitas fisik.
  3. Menyukai aktivitas fisik: Mereka cenderung menyukai aktivitas fisik seperti olahraga, membuat sesuatu dengan tangan, atau memasak.
  4. Kreatif dan inovatif: Mereka cenderung memiliki imajinasi yang kuat dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dengan cara yang tidak biasa.
  5. Membutuhkan varietas: Mereka membutuhkan variasi dalam tugas dan aktivitas belajar mereka.
  6. Kurang teliti: Mereka mungkin kurang teliti dan memiliki tendensi untuk terburu-buru.
  7. Belajar dengan berbicara: Mereka cenderung belajar dengan berbicara dan berdiskusi dengan orang lain.
  8. Suka bekerja dalam tim: Mereka cenderung menyukai kerjasama dan bekerja dalam tim dengan orang lain.

Kelebihan dan Kekurangan Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik memiliki kelebihan dan kekurangan karena tidak semua informasi bisa diserap dengan aktivitas fisik dan keterlibatan langsung.

Kelebihan gaya belajar kinestetik

  1. Pengalaman praktis: Orang dengan gaya belajar kinestetik memahami konsep dengan baik melalui pengalaman praktis seperti melakukan aktivitas, berolahraga, atau membuat sesuatu dengan tangan mereka.
  2. Interaksi fisik: Orang dengan gaya belajar kinestetik memahami konsep dengan baik melalui interaksi fisik dengan lingkungan, seperti melakukan aktivitas fisik atau memainkan permainan.
  3. Belajar dengan menyenangkan: Orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung menemukan belajar menyenangkan melalui aktivitas fisik dan interaksi dengan lingkungan.
  4. Kemampuan memori yang baik: Orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung memiliki kemampuan memori yang baik karena mereka mengalami konsep secara fisik dan emosional.
  5. Kreativitas: Orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung lebih kreatif karena mereka memiliki pengalaman praktis yang beragam dan memiliki interaksi fisik dengan lingkungan.
  6. Kemampuan untuk memecahkan masalah: Orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung memiliki kemampuan yang baik untuk memecahkan masalah karena mereka memiliki pengalaman praktis dan interaksi fisik dengan lingkungan.
  7. Belajar dengan cepat: Orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung belajar dengan cepat karena mereka memiliki pengalaman praktis dan interaksi fisik yang kuat dengan konsep.

Kekurangan gaya belajar kinestetik

  1. Kurangnya konsentrasi: Orang dengan gaya belajar kinestetik sering kali kurang konsentrasi dalam situasi yang membosankan atau statis.
  2. Kurangnya minat dalam belajar teori: Orang dengan gaya belajar kinestetik sering kali kurang tertarik untuk belajar teori atau materi yang tidak memiliki aktivitas fisik yang terlibat.
  3. Masalah belajar dalam kelas: Orang dengan gaya belajar kinestetik sering kali kesulitan belajar dalam kelas yang membosankan atau kurang interaktif.
  4. Kurangnya disiplin: Orang dengan gaya belajar kinestetik sering kali kurang disiplin dalam belajar karena mereka lebih menyukai aktivitas yang menyenangkan dan menantang.
  5. Kurangnya dukungan lingkungan: Orang dengan gaya belajar kinestetik sering kali kurang mendapat dukungan lingkungan untuk mengejar minat mereka, seperti kurangnya fasilitas untuk olahraga atau aktivitas fisik lainnya.
  6. Kesulitan memahami materi yang abstrak: Orang dengan gaya belajar kinestetik sering kali kesulitan memahami materi yang abstrak dan teoretis karena mereka membutuhkan pengalaman praktis dan interaksi fisik untuk memahami konsep.

Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya maka individu maupun guru dapat menentukan strategi gaya belajar kinestetik yang tepat agar kegiatan belajar dapat berlangsung optimal.

Contoh Gaya Belajar Kinestetik

Berikut adalah beberapa contoh gaya belajar kinestetik untuk memahami dan mengingat informasi:

  1. Anak yang menghafal materi pelajaran sambil berjalan hilir-mudik.
  2. Anak yang mempelajari geografi melalui permainan peta fisik seperti memindahkan orang dari satu negara ke negara lain.
  3. Siswa yang mempelajari matematika dengan menggunakan tangan dan tubuh mereka untuk memvisualisasikan konsep seperti angka dan garis.
  4. Seorang pekerja teknis yang mempelajari cara memperbaiki mesin dengan melakukan latihan praktis pada mesin yang sesungguhnya.
  5. Siswa yang mempelajari sejarah dengan memainkan peran sebagai tokoh pelaku sejarah maupun peristiwanya.
  6. Atlet yang mempelajari taktik permainan dengan berlatih bersama tim dengan melakukan latih tanding.
  7. Siswa yang mempelajari bahasa asing dengan berbicara dan bergerak seperti penutur aslinya (native speaker).

Strategi Gaya Belajar Kinestetik

Ada beberapa strategi gaya belajar kinestetik yang dapat digunakan untuk menyerap informasi dengan lebih baik, antara lain:

1. Aktivitas Fisik

Strategi gaya belajar kinestetik yang pertama adalah dengan aktivitas fisik, yaitu melibatkan diri dalam aktivitas fisik seperti olahraga, membuat model, atau membuat presentasi yang membutuhkan gerakan.

2. Role Play

Salah satu ciri pembelajar kinestestik adalah cenderung lebih mudah menyerap informasi dengan mangalami secara langsung, sehingga strategi gaya belajar kinestetik dapat dilakukan melalui bermain peran.

Berperan sebagai tokoh dalam skenario belajar untuk memahami konsep dan mengalami situasi secara langsung.

3. Praktik Tangan

Orang dengan gaya belajar kinestetik lebih menyukai pengalaman praktis, mudah menyerap informasi dengan praktik langsung.

Karenanya, strategi gaya belajar kinestetik dapat diterapkan melalui tugas praktis, seperti membuat sesuatu dengan tangan atau memperbaiki barang untuk memahami konsep.

4. Games

Pembelajar kinestetik cenderung tidak bisa diam sehingga belajar dengan bermain game yang membutuhkan gerakan, seperti permainan kartu, permainan ular tangga, atau permainan teka-teki dapat menjadi alternatif strategi gaya belajar kinestetik.

5. Pengalaman Langsung

Mengalami konsep secara langsung melalui pengalaman adalah salah satu ciri orang kinestetik, sehingga kegiatan seperti berwisata, berolahraga, atau berpartisipasi dalam proyek dapat dijadikan sebagai strategi gaya belajar kinestetik.

6. Demonstrasi

Orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung tidak menyukai membaca petunjuk, mereka lebih memilih mencoba secara langsung untuk memahami sesuatu.

Sehingga melakukan demonstrasi dan/atau melihat demonstrasi fisik atau video untuk memahami konsep dan mengalami situasi secara langsung bisa menjadi pilihan dalam strategi gaya beajar kinestetik.

7. Diskusi

Orang kinestetik lebih menyukai menyelesaikan masalah secara bersama-sama, atau meminta pendapat orang lain sebelum membuat keputusan.

Diskusi dengan orang lain melalui aktivitas fisik, seperti berjalan-jalan, berolahraga bersama, atau membuat sesuatu bersama-sama bisa menjadi strategi gaya belajar kinestetik.

8. Pengaturan Lingkungan

Orang kinestetik membutuhkan gerakan saat menyerap informasi. Strategi gaya belajar kinestetik dapat dilakukan dengan membuat lingkungan belajar yang memfasilitasi gerakan, seperti menyediakan ruang yang luas, meja dan kursi yang bisa digerakkan, dan alat permainan.

Penutup

Gaya belajar kinestetik adalah salah satu gaya belajar yang berfokus pada interaksi fisik dan pengalaman praktis.

Untuk memaksimalkan modalitas belajar kinestetik, seseorang memerlukan strategi gaya belajar kinestetik yang membutuhkan interaksi fisik seperti praktik langsung, bermain peran, maupun membuat proyek bersama.

Karena pembelajar kinestetik memahami konsep dengan baik melalui aktivitas fisik, berolahraga, membuat sesuatu dengan tangan mereka, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan.

Strategi gaya belajar kinestetik ini akan membantu mereka memahami konsep dan mempertahankan informasi dengan lebih baik sehingga akan memperkuat hasil belajar mereka.

Posting Komentar untuk "Strategi Gaya Belajar Kinestetik dan Contohnya"