NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

7 Tips Mudah Menumbuhkan Kemandirian Belajar Anak

Tips Mudah Menumbuhkan Kemandirian Belajar Anak

Hingga saat ini masih banyak pihak yang terlibat di dalam pola pengasuhan anak belum tahu pentingnya menumbuhkan kemandirian belajar anak. Padahal aspek kemandirian, termasuk kemandirian belajar itu, harus dimulai sejak usia dini.

Aspek kemandirian yang identik dengan kematangan dalam memutuskan segala hal atau tindakan itu sangat diperlukan sebagai bekal anak dalam menjalani kehidupannya kelak di masa yang akan datang.

Kaitan Kemandirian dan Kemauan Belajar Anak

Ada kaitan yang sangat erat antara menumbuhkan kemandirian belajar anak dengan kemauan belajar yang dimiliki oleh seorang anak.

Pada seorang anak atau pelajar yang aspek kemandirian belajarnya bagus, maka bisa dipastikan akan memiliki minat dan motivasi yang lebih pada pelajaran sekolah yang diterimanya. Hal tersebut karena rasa tanggung jawab telah terbentuk dalam diri sang anak.

Akan tetapi perlu dipahami bahwa menumbuhkan kemandirian belajar anak adalah bukan saja tanggung jawab dari para guru atau tenaga pendidik. Orang tua juga harus memiliki peran aktif dalam langkah untuk menumbuhkan kemandirian belajar anak usia dini.

Dengan memiliki kemandirian dalam belajar, maka seorang anak akan sanggup untuk menentukan pilihan terbaik menurut dirinya, sekaligus mau dan mampu bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi serta resiko yang timbul dari tindakan yang diambilnya.

Peran orang tua di dalam membangun kemandirian belajar anak dapat diwujudkan ke dalam bentuk pembinaan terhadap sang anak agar mampu belajar mandiri di rumah.

Selain itu orang tua juga harus membantu secara aktif mengarahkan sang buah hati agar selalu mau bertanggung jawab atas tugas-tugas yang didapatkan dari sekolahnya.

Sedangkan peran guru dalam meningkatkan kemandirian siswa dapat diwujudkan melalui berbagai dukungan positif terhadap siswa didiknya selama berada di sekolah.

Salah satu contoh cara guru meningkatkan kemandirian siswa adalah dengan menyampaikan materi pelajaran secara lebih atraktif. Hal ini tentu akan menarik minat sang anak didik, sehingga akan mampu membangkitkan aspek kemandiriannya secara perlahan tapi pasti.

Tanda Kemandirian Belajar yang Tampak

Karena aspek kemandirian dan tanggung jawab itu bukan hanya milik golongan orang dewasa saja, maka untuk memupuk kemandirian belajar harus dilakukan secara sistematis serta bertahap sesuai dengan tahapan usianya.

Oleh karena itu maka upaya meningkatkan kemandirian anak pada jenjang Sekolah Dasar akan sangat berbeda dengan cara menumbuhkan kemandirian belajar anak Paud atau bahkan juga pada cara atau metode yang digunakan untuk menumbuhkan kemandirian belajar anak TK.

Namun sekali lagi cara menumbuhkan kemandirian siswa tidak akan bisa mendapatkan hasil maksimal jika dalam pengaplikasiannya hanya melibatkan satu pihak saja. Idealnya jika ingin hasil maksimal maka aspek kemandirian belajar harus melibatkan peran orang tua dan guru.

Baik di tempat tinggal maupun di sekolah harus memiliki atmosfer kemandirian yang sama, agar setiap anak yang berada di dalam ekosistem tersebut dapat matang aspek kemandiriannya.

Nah nantinya apabila metode yang digunakan tersebut telah berhasil, maka akan tampak tanda-tanda kemandirian siswa dalam belajar di kelas. Tanda-tanda kemandirian tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Dengan menumbuhkan kemandirian belajar anak berkarakter maka anak akan mampu secara mandiri serta penuh percaya diri pada saat harus mengambil sebuah keputusan.
  2. Anak mau untuk bertanggung jawab terhadap segala resiko yang timbul sebagai akibat dari keputusan yang telah dibuatnya.
  3. Anak terlihat mandiri di dalam melakukan semua tugas-tugas yang diberikan oleh guru di sekolah, tanpa ada bantuan dari pihak lain untuk membantunya.
  4. Anak tetap nyaman berada bersama-sama temannya, namun tak tergantung pada sikap atau perlakuan orang lain.
  5. Anak terlihat matang dalam bersikap karena pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam berbagai situasi.
  6. Anak mampu menempatkan diri dengan tepat serta memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal di dalam semua kegiatan sekolahnya, baik saat sendiri maupun saat harus melakukan aktivitasnya secara kelompok.
  7. Anak mampu untuk mengungkapkan perasaanya secara jujur serta memiliki jalan berpikir yang kritis.

Metode Menumbuhkan Kemandirian Belajar

Membangun kemandirian belajar harus dilakukan dengan cara yang nyaman serta menyenangkan. Disiplin mungkin dapat dijadikan pilihan sebagai salah satu cara meningkatkan kemandirian belajar pada seorang anak.

Akan tetapi perlu digaris bawahi jika disiplin itu tidak identik dengan kekerasan. Membantu buah hati menjadi pribadi yang mandiri, termasuk dalam hal kemandirian belajar, lalu menjadi nyaman dengan kemandiriannya tersebut memang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Semua itu akan membutuhkan perjuangan panjang yang tak mudah, namun juga bukan hal mustahil untuk dilakukan. Cara dalam menumbuhkan aspek mandiri selain dengan kedisiplinan dapat juga melalui hubungan psikologis yang hangat.

Kedekatan secara emosional antara orang tua, anak dan para pendidiknya di sekolah dipercaya oleh para ahli di bidang pendidikan akan menjadi formula ampuh dalam membantu anak menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Dengan memiliki aspek kemandirian saat belajar, maka saat di sekolah anak akan lebih mampu untuk memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru, tanpa harus membutuhkan bantuan orang lain.

Menumbuhkan kemandirian bagi pelajar juga harus disikapi serius oleh pihak sekolah dengan menetapkan kurikulum belajar sesuai batasan serta kompetensi dasar yang memang harus dikuasai pada tahapan perkembangannya.

Hal tersebut dapat diupayakan dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar yang aman dan nyaman. Penyesuaian tempo, gaya, serta irama belajar juga dapat dimasukkan ke dalam rangkaian tindakan aktif pihak sekolah dalam membantu pertumbuhan kemandirian belajar.

Selain itu pihak sekolah juga harus menyelenggarakan evaluasi secara berkala dan bertahap terhadap kemajuan dari aspek kemandirian yang dimiliki oleh setiap anak didiknya.

Tips Menumbuhkan Rasa Kemandirian Belajar Pada Anak

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kemandirian belajar anak bagi siswa. Beberapa cara tersebut antara lain akan diuraikan dalam penjelasan di bawah ini.

1. Selalu Berikan Kesempatan Terbuka

Cara pertama yang dapat dilakukan baik saat di rumah maupun di sekolah adalah memberi kesempatan kepada setiap anak untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Contoh nyata pengaplikasiannya adalah dengan membuatkan daftar tugas atau kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap anak. Kemudian guru dapat meminta semua anak untuk menyelesaikan daftar tugas yang telah disusun tersebut dengan cara siswa masing-masing.

Dengan memberikan kebebasan sesuai kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing anak, maka diharapkan aspek kemandirian akan terbentuk. Rasa percaya diri juga akan timbul karena tidak ada konsep benar dan salah dalam penilaian cara kerja yang dipilih siswa.

2. Berikan Materi yang Menyenangkan

Guna menumbuhkan kemandirian belajar anak maka para pendidik harus memiliki kemampuan untuk melakukan penyampaian materi pelajaran dengan cara yang mudah dimengerti serta tak monoton.

Hal tersebut terutama sangat dibutuhkan selama pembelajaran di masa pandemi. Pemberian materi yang menarik itu dapat menjadi cara menanamkan asas kemandirian saat pembelajaran daring.

Nantinya melalui pemberian materi yang menarik, di rumah siswa akan memiliki keinginan untuk mempelajari kembali pelajaran tersebut. Hasil akhirnya, diharapkan akan terbentuk pola kemandirian dalam cara belajar anak atau siswa didik baik di rumah maupun di sekolah.

3. Selalu Perhatikan Kondisi Anak

Menumbuhkan kemandirian belajar anak bukan berarti melakukan pengabaian terhadap hak-hak anak untuk mendapatkan bimbingan secara langsung. Hal ini terutama harus ditekankan jika ingin menumbuhkan kemandirian belajar anak berkebutuhan khusus.

Arti mandiri di sini adalah memang tidak bergantung kepada orang lain dan mampu untuk melakukan banyak hal secara sendiri. Akan tetapi kemandirian belajar siswa juga harus memperhatikan kondisi yang sedang dialaminya.

Untuk itu hindari pemberian atau penambahan tugas ketika seorang anak sedang dalam keadaan sakit, lelah atau dalam kondisi lain yang tak memungkinkan. Sebagai gantinya, guru dapat membantu siswa untuk mengembalikan kondisinya kembali prima.

4. Jangan Beri Bantuan Terus Menerus

Tips selanjutnya yang dapat dilakukan dengan cara menanamkan asas pantang menyerah pada siswa. Sebaliknya bagi para orang tua dan tenaga pendidik harus dapat menhana rasa iba yang besar saat melihat anak sedang menghadapi kesulitan.

Cara guru meningkatkan aspek kemandirian di saat itu adalah dengan memberikan informasi akan hal-hal yang tak dipahami atau dimengerti siswa, serta aktif menanyakan jika ada yang perlu ditanyakan.

Akan tetapi jangan juga langsung memberikan jawaban ketika siswa menanyakan sesuatu. Sebaiknya berikan saja petunjuk agar siswa dapat membangun jalan pikiran kritis serta terbiasa untuk bekerja keras.

Nantinya tindakan yang terlihat seperti “raja tega” ini justru akan membangun karakter siswa menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan mandiri.

5. Berikan Waktu

Pahami dan sadarilah jika upaya untuk menumbuhkan kemandirian belajar anak, termasuk upaya untuk menumbuhkan kemandirian belajar anak SD tidak mungkin dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Bersiaplah untuk menyediakan cukup banyak waktu demi meraih hal tersebut, serta yang paling penting bersabarlah.

6. Jangan Mengharapkan Kesempurnaan

Dalam membangun kemandirian belajar juga tergantung pada banyak hal lain. Latar belakang pendidikan keluarga, kebiasaan yang telah ada, karakter pribadi sang anak adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menumbuhkan kemandirian belajar anak anak.

Oleh karena itu perlu dipahami oleh semua tenaga pendidik bahwa untuk melakukan upaya meningkatkan aspek kemandirian siswa akan sangat berbeda sekali antara satu siswa dengan siswa yang lainnya.

Selain itu batasan waktu serta hasil akhir yang dapat diraih oleh setiap siswa dalam meraih aspek kemandiriannya juga akan berbeda, sehingga akan sangat bijak jika para tenaga pendidik tidak melakukan perbandingan hasil terhadap capaian yang diperoleh para siswanya.

7. Beri Pujian dan Apresiasi

Langkah terakhir sebagai cara meningkatkan serta membangun kemandirian dalam belajar buah hati adalah tidak pelit untuk memberikan apresiasi dan pujian, pada setiap capaian baik yang diperoleh oleh anak.

Dari 7 cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kemandirian belajar anak di atas, baik orang tua maupun guru dapat melakukan kombinasi yang disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

Bagaimana, apakah cukup mudah untuk diterapkan atau sebaliknya? Pastikan Anda menerapkan cara di atas secara konsisten ya! Tentu agar anak benar-benar bisa menerapkan mandiri dalam belajar dengan baik.

Related Posts

Posting Komentar