Toxic Parents: Pengertian, Ciri, Dampak, dan Cara Menghadapinya

Toxic Parents

Akhir-akhir ini, istilah toxic parents kerap diperbincangkan oleh pengamat parenting. Istilah ini disematkan kepada orangtua yang sering memperlakukan anaknya dengan kurang baik. Tanpa mereka sadari, dampak pola asuh orang tua ini dapat mengganggu perkembangan anak.

Bahkan, mereka juga tidak menyadari bahwa perilaku mereka dapat mengganggu kesehatan mental anak-anak.

Apa Itu Toxic Parents?

Dilansir dari laman Healthline, toxic parents menggambarkan perilaku orang tua yang secara konsisten memperlakukan anaknya dengan cara yang menyebabkan rasa bersalah, ketakutan, atau kewajiban pada anak-anak mereka. Tindakan orang tua ini secara negatif membentuk karakter dan mental kehidupan anak mereka.

Selayaknya manusia biasa, orang tua kerap membuat banyak kesalahan seperti berteriak atau melakukan hal-hal yang berpotensi merusak karakter anak-anak mereka tanpa mereka sadari. Namun, biasanya dorongan yang mereka berikan kepada anak-anaknya karena mereka ingin anak-anaknya berbuat lebih baik daripada mereka.

Sayangnya, rasa kepedulian tersebut biasanya mereka lakukan hanya untuk kebutuhan mereka sendiri tanpa memperdulikan perasaan anak-anak mereka. Mereka pun juga cenderung merasa benar dan tidak akan merasa bersalah dan meminta maaf bahwa perilaku yang mereka lakukan adalah salah.

Ciri-Ciri Toxic Parents

1. Mementingkan Diri Sendiri

Orang tua yang toxic secara emosional tidak peduli dengan hal-hal yang dibutuhkan oleh anak-anak mereka. Mereka akan lebih peduli tentang diri mereka sendiri dan selalu mempertanyakan “bagaimana dengan perasaan aku?”

2. Kekerasan verbal dan fisik

Selanjutnya, orang tua yang toxic kerap melakukan pelecehan berupa pukulan, nada tinggi, ancaman, atau perilaku tidak baiknya. Tapi, tidak hanya itu saja, perilaku lain seperti cara memanggil nama anak, mengalihkan kesalahan, atau diam juga termasuk kekerasan yang kerap dilakukan oleh orang tua.

3. Mengontrol Perilaku Anak

Toxic parents sangat senang mengontrol perilaku sang anak. Bahkan, perilaku ini sangat mengganggu privasi anak dan tidak mengizinkan atau terbuka dengan keputusan dan opini anak-anak.

4. Perilaku Manipulatif

Ciri-ciri selanjutnya adalah, orang tua kerap memanipulatif keadaan dengan menggunakan rasa bersalah atau malu untuk mempermainkan emosi anak. Bahkan mereka akan menggunakan objek lain seperti waktu, uang, atau barang-barang lain sebagai pelengkap permainan manipulasi mereka.

Contoh keadaan:

Seorang remaja pulang kerumah melewati batas jam malam.

Orang tua: “Kenapa kamu pulang malam? Tahu tidak kalau kami mengkhawatirkan kamu? Kenapa jadi anak tidak bertanggung jawab? Membuat malu keluarga saja!”

5. Kurang Batasan

Terakhir, orang tua yang toxic cenderung terus mendorong dan mendorong anak-anak mereka untuk mendapatkan atau mencapai apa yang mereka inginkan.

Contoh keadaan:

Seorang anak memiliki impian untuk menjadi seorang musisi, sedangkan orang tuanya berharap anak-anak mereka dapat menjadi seorang dokter. Biasanya, mereka akan fokus kepada keinginan mereka dan mendorong anak-anaknya memiliki profesi yang mereka impikan.

Dampak Toxic Parents Kepada Anak

Meskipun perilaku mereka tidak baik, tetapi itu adalah cara mereka untuk membentuk pribadi anak-anaknya. Namun, perilaku mereka yang toxic dapat memberikan dampak signifikan pada anak-anak mulai dari perasaan, harga diri, persepsi, kepercayaan pada orang lain, dan pandangan dunia secara umum.

Berikut dampak toxic parents kepada anak:

  • Mengalami kesulitan untuk mengatakan tidak karena batasan Anda tidak dihormati
  • Lebih rentan untuk mengembangkan gangguan kecemasan
  • Berusaha untuk menyenangkan orang lain
  • Krisis jati diri atau tidak menjadi diri sendiri
  • Percaya orang yang dekat dengan Anda akan menyakiti Anda atau meninggalkan Anda
  • Mengharapkan yang terburuk dari orang-orang dan kehidupan pada umumnya

Jika Anda memiliki pengalaman dibesarkan oleh orang tua toxic, Anda akan tumbuh dengan dengan perilaku yang sama. Anda tidak mengetahui perilaku berbeda dari yang Anda alami dan mulai percaya bahwa perilaku ini memang benar.

Anda sudah memiliki kepercayaan seperti ini dan percaya bahwa orang tua Anda benar dan Anda tidak berharga dan berguna sama sekali. itu semua tidak benar. Semua orang berhak mendapatkan cinta dan perilaku yang hangat, begitu juga dengan Anda.

Perilaku orang tua Anda mungkin tidak benar dan tidak sepenuhnya menjadi kesalahan dan tanggung jawab Anda. Anda bisa menjadi sosok yang berbeda dan berubah menjadi lebih baik.

Cara Menghadapi Toxic Parents

Anda mungkin saat ini sedang merasa bingung dan pusing dalam menghadapi orang tua. Biar Anda tidak memiliki luka yang membesar di kemudian hari, kami akan menjelaskan bagaimana cara menghadapi toxic parents supaya Anda tidak mengalami trauma.

1. Membuat Ruang Bagi Diri Sendiri

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuat ruang untuk Anda sendiri atau melakukan me time tanpa ada gangguan orang lain.

Anda bisa berdiam diri di dalam kamar atau mencari tempat sepi seperti cafe, taman, atau pergi ke mall untuk melepaskan energi negatif yang Anda hadapi setiap hari.

Lakukan hal-hal yang Anda senangi, seperti membaca buku, mendengarkan musik, menonton film, berbelanja, atau melakukan aktivitas lain yang Anda sukai seperti bermain game atau fotografi.

2. Mencari Media Meluapkan Emosi

Menghadapi toxic parents sangat melelahkan dan membuat Anda merasa kesal dan marah.

Jika Anda sudah merasa sangat kesal dan sudah tidak bisa menahan toleransi, Anda bisa mencari media lain untuk meluapkan rasa emosi.

Anda bisa mengikuti pelatihan bela diri, melakukan kegiatan yang Anda sukai, atau mencari seorang pendengar, bisa seorang teman, peliharaan, atau psikiater. Ceritakan semua emosi yang sudah Anda pendam kepada mereka, dengan begitu Anda bisa meringankan rasa beban dan emosi yang Anda hadapi saat ini.

3. Berdiskusi Dengan Orang Tua Tentang Keinginan

Anda tidak selamanya anak kecil. Kelak, Anda akan tumbuh menjadi seorang dewasa. Untuk itulah, Anda harus mengetahui apa yang ingin Anda lakukan kelak.

Sebagai pribadi dewasa, Anda berhak untuk memiliki pemikiran, pendapat, dan tujuan hidup sendiri. Tentukan keinginan Anda sekarang dan sampaikan apa yang ingin Anda capai kepada orang tua.

Diskusikan masalah tersebut kepada orang tua Anda secara baik-baik dan perlahan. Mungkin pada awalnya cara ini sangat sulit untuk Anda lakukan, tapi setidaknya Anda harus mencoba berdiskusi tentang hal ini kepada orang tua dan buat mereka percaya bahwa Anda sudah cukup dewasa untuk memilih jalan hidup sendiri.

4. Konsultasi Dengan Psikiater

Jika Anda merasa cara tersebut tidak memungkinkan, Anda bisa mencari bantuan seorang psikiater. Anda bisa mencurahkan hati dan emosi kepada psikiater dan mereka akan membantu mencari cara bagaimana cara menghadapi permasalahan Anda secara bertahap.

Penutup

Jadi itulah semua tentang toxic parents dan bagaimana cara menghadapinya. Kunci utama untuk membebaskan Anda dari tekanan orang tua adalah berkomunikasi secara langsung. Tanpa adanya komunikasi, orang tua tidak akan pernah tahu dan sadar bahwa tindakan mereka memberikan luka yang besar di hati anak-anak mereka.

Posting Komentar untuk "Toxic Parents: Pengertian, Ciri, Dampak, dan Cara Menghadapinya"