NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Pola Asuh Otoritatif Adalah Pola Asuh Terbaik, Benarkah?

Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh orang tua ada berbagai jenis lho! Salah satunya adalah pola asuh otoritatif. Pola asuh otoritatif adalah pola asuh yang diduga paling efektif bagi budaya timur, dan budaya barat.

Nama lain dari pola asuh ini adalah pola asuh demokratis. Nantinya anak dan orang tua sama-sama diberi kebebasan untuk berpendapat. Kemudian pola asuh ini tidak mengekang.

Pengertian Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh otoritatif adalah pola asuh yang mendorong sang anak untuk belajar mengekspresikan pemikiran dan pendapat mereka. Nantinya anak akan diajak orang tua bernegosiasi untuk menentukan jalan tengah yang akan ditempuh.

Kelebihannya adalah, baik pendapat orang tua, dan pendapat anak bisa didengar dan diutarakan di pola asuh ini. Sehingga tidak timbul miskomunikasi antara keduanya.

Kebebasan anak disini berbeda dengan pola asuh permisif yang membebaskan dan cenderung memanjakan. Di pola asuh ini batasan tetap diperlukan untuk menumbuhkan sikap disiplin bagi anak.

Pengasuhan ini tidak seketat pengasuhan otoriter, tetapi tidak juga sebebas pengasuhan permisif.

Ciri Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh ini memiliki ciri khas dan karakteristik khusus yang membedakan dengan pola asuh lainnya.

1. Mendengarkan Satu Sama Lain

Pastinya setiap orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya. Akan tetapi, tanpa sadar hal itu berubah menjadi tuntutan yang wajib dipenuhi oleh anak. Sebagai orang tua yang baik, kita harus mendengarkan pendapat anak tentang hal tersebut.

Boleh untuk mengutarakan apa yang diinginkan oleh orang tua terhadap anak, tetapi anak juga diberi kebebasan untuk berpendapat. Setelah semua pendapat didengar, akhirnya bisa menentukan jalan tengah terbaik yang akan ditempuh.

2. Batasan Berupa Aturan

Anak tidak akan dibebaskan dalam berbagai hal. Ada baiknya tetap memberikan aturan agar sang anak menjadi disiplin. Aturan tersebut dibuat karena adanya alasan tertentu.

Yang nantinya aturan tersebut disepakati oleh keduanya, sehingga ketika anak mendapatkan hukuman dia paham akan kesalahannya. Dan itu yang menjadikan orang tua memiliki sedikit kontrol dari tindakan anak yang terkadang melampaui batas.

3. Terlibat Langsung

Sebagai orang tua, kita harus terlibat langsung dalam pertumbuhan anak. Ketika anak meminta bantuan, sebaiknya orang tua membantu ,dan memberikan solusi. Selain itu, orang tua juga mendukung aktivitas anak.

Nantinya anak akan merasa bahwa dia diperhatikan dan dihargai. Orang tua juga akan paham kelebihan dan kelemahan sang anak. Yang nantinya bisa mendukung bakat yang dimiliki anak.

Manfaat Pola Asuh Otoritatif

Karena pada dasarnya pola asuh otoritatif adalah pola asuh yang demokratis, akan banyak manfaat yang bisa diambil dari hal tersebut.

  • Baik orang tua dan anak sama-sama terbuka
  • Berdampak positif bagi perkembangan emosional, dan sosial anak
  • Anak bisa mengutarakan pendapat dengan bebas
  • Anak lebih mandiri, dan percaya diri
  • Perilaku bermasalah pada anak sedikit
  • Anak jarang mengalami masalah mental

Dari berbagai manfaat diatas dapat disimpulkan bahwa pola asuh ini adalah pola asuh terbaik yang bisa digunakan oleh orang tua. Anak akan merasa nyaman karena merasa diperhatikan dan dilindungi oleh orang tua.

Sedangkan orang tua bisa memahami kelebihan, kelemahan, serta bakat anaknya. Nantinya orang tua juga bisa menentukan yang terbaik bagi anak tanpa terkesan mewajibkan anak.

Itulah fakta menarik dari pola asuh otoritatif. Pola asuh otoritatif adalah pola asuh terbaik, dan itu benar adanya.

Related Posts

Posting Komentar