NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Cara Merespon Kritik yang Elegan dan Bermartabat

Cara Merespon Kritik yang Elegan dan Bermartabat

Kritik. Kita pasti mengenal istilah ini, dan kita mungkin pernah mengalaminya, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di tempat kerja.

Kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik/buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dsb. [kbbi.web.id]

Kritik memang tidak menyenangkan, karena identik dengan kekurangan, kesalahan, atau kelemahan. Bagaimana cara merespon kritik menjadi pembeda pada seseorang.

Pada sebagian orang, kritik menjadi motivasi untuk meningkatkan diri, kinerja, dan kompetensi dengan belajar dari kekurangan, kesalahan dan kelemahan yang ditunjukkan orang lain.

Sebaliknya, tidak jarang kritik membuat seseorang menjadi terpuruk karena salah dalam cara menanggapi kritik dari orang lain.

Cara merespon kritik secara sehat tidak terlepas dari kecerdasan emosional seseorang. Bagaimana ia memiliki kesadaran diri, terbuka pada penilaian orang lain, dan kecakapan dalam melakukan evaluasi diri.

Jenis Kritik

Sebelum mengupas bagaimana cara cerdas menghadapi kritik, perlu dipahami terlebih dahulu jenis-jenis kritik untuk menentukan cara merespon kritik tersebut dengan tepat.

1. Kritik konstruktif

Kritik konstruktif sifatnya membangun. Pengkritik menyampaikan dengan alasan logis, realistis, dan memberikan solusi atas apa yang disampaikannya.

2. Kritik dekonstruktif

Sebaliknya, kritik dekonstruktif sifatnya terkesan mencari-cari kekurangan, kesalahan, atau kelemahan seseorang tanpa alasan yang jelas.

Sensitivitas Terhadap Kritik

Dalam menanggapi kritik, setiap orang berbeda-beda, ada orang yang menghadapi kritik sebagai sesuatu hal yang biasa. Bagian dari kehidupan atau pekerjaan yang tidak mungkin terelakkan.

Sebagian lagi menganggap kritik sebagai hal yang menyakitkan, sebagai celaan. Bahkan secara ekstrim melakukan pembelaan diri saat dikritik, atau menunjukkan emosi negatif, seperti cemas, malu, marah, dan depresi.

Jika ini yang terjadi, menunjukkan bahwa seseorang terlalu sensitif terhadap kritik.

Sensitivitas seseorang terhadap kritik bisa jadi berasal dari pengalaman masa kecil, misalnya mengalami kesulitan dalam bergaul dengan teman sebaya, kurang percaya diri, atau selalu mendapatkan kritikan keras yang terus menerus dari orang tua atau orang dewasa disekitarnya.

Orang tua yang kurang memberikan dukungan positif untuk prestasi anak, memiliki harapan terlalu tinggi, atau yang terlalu melindungi anak dari kekecewaan juga bisa menjadi penyebab seseorang sensitif terhadap kritik. Ini terjadi karena sejak kecil tidak pernah belajar dari kekecewaan yang dialaminya.

Ironisnya, orang-orang yang sensitif terhadap kritik, mungkin sangat kritis terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.

Ini terkait dengan ekspektasi yang tinggi terhadap kesempurnaan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan, yang kadang-kadang dikaitkan dengan kepribadian kompulsif obsesif dan berbagai gangguan kecemasan.

Sensitivitas terhadap kritik juga dapat dikaitkan dengan depresi, dan gangguan kepribadian narsisistik, meskipun orang yang peka terhadap kritik tidak selalu menunjukkan adanya gangguan ini.

Cara Merespon Kritik yang Sehat

Jika sensitivitas terhadap kritik yang dialami seseorang terkait dengan gangguan psikologis, maka perlu bantuan konselor profesional untuk mangatasi masalah psikologisnya.

Namun demikian, beberapa tips berikut ini dapat dicoba untuk mengurangi kepekaan Anda terhadap kritik, bagaimana cara merespon kritik secara sehat.

1. Jujur pada diri sendiri

Jujur pada orang lain lebih mudah daripada jujur pada diri sendiri. Jujurlah pada diri sendiri, Anda bukan makhluk yang sempurna, yang sempurna hanyalah Tuhan.

Jujurlah pada kekurangan atau kelemahan Anda, memang lebih mudah melihat kelebihan-kelebihan yang kita punya daripada kekurangan-kekurangan yang ada pada kita.

Terkadang, karena kita sudah bertahun-tahun menggeluti pekerjaan kita, melakukannya berulang-ulang, kita jadi sulit untuk melihat kekurangan-kekurangan yang ada.

Kritik menjadi cermin bagi kita untuk melihat kekurangan-kekurangan tersebut.

2. Berfikir positif

Janganlah berprasangka buruk terhadap kritik, jangan pernah menganggap kritik sebagai serangan pribadi, atau upaya untuk menjatuhkan Anda. Ini akan mempengaruhi bagaimana cara merespon kritik.

Berfikirlah positif, kritik akan memberikan informasi penting pada kita. Kritik akan membuat diri kita menjadi lebih baik.

Kritik akan memberikan gagasan-gagasan baru untuk menyempurnakan pekerjaan kita, sehingga akan mendatangkan hasil yang optimal.

Berfikir positif akan memberikan kita “gambar besar” terhadap suatu masalah, tidak langsung melakukan penilaian, yang akan membuka diri kita untuk mengakui suatu kenyataan, dan segera menyesuaikan diri. Ini akan menghindarkan kita dari menyalahkan diri sendiri, penyesalan, dan frustasi.

Berfikir positif akan menghadirkan harapan positif dan self affirmative, sugesti pada diri sendiri yang akan menguatkan keyakinan kita, kepercayaan diri kita, yang akan mengubah kritik menjadi kekuatan untuk selalu optimis.

3. Bersikap tenang

Kritik selalu tidak terduga, bagian atau masalah mana yang akan dikritik, Anda tidak dapat memperkirakan. Olehkarenanya Anda harus selalu bersikap tenang saat menerima kritik.

Sepedas apapun kritik, Anda harus tetap tenang, tetaplah tersenyum. Bersikap tenang akan membuat Anda tetap bisa berfikir jernih dalam menganalisis dan menanggapi kritik.

Lontarkan joke-joke segar jika memungkinkan, tanpa mengurangi esensi dari kritik. Sikap tenang Anda akan memancarkan aura kewibawaan Anda. Jadikan kritik sebagai ajang unjuk “kebolehan” Anda, bukan untuk mengadili Anda.

4. Menanggapi kritik dengan simpatik

Sebelum menanggapi kritik, ada baiknya Anda mengenal type-type pengkritik untuk memilih cara merespon kritik yang tepat.

Type 1, orang yang paham.

Cermati dengan seksama kritik yang dilontarkan orang-orang dengan type ini. Anda bisa belajar banyak darinya. Biasanya orang ini paham dengan posisi Anda dan permasalahannya, sehingga mengkritik secara proporsional dengan alasan logis, realistis, dan diakhiri dengan problem solving.

Type 2, orang yang tidak paham.

Orang-orang dengan type ini mengkritik karena tidak paham permasalahannya, sehingga Anda perlu memperjelas dan mempertegasnya. Tanggapi dengan memperjelas poin-poinnya saja, jika memungkinkan, berikan data-data untuk lebih melengkapi penjelasan Anda.

Type 3, orang yang salah paham.

Orang-orang type ini mengkrtik Anda bukan karena paham atau tidak paham, tetapi lebih pada alasan tidak suka, iri pada Anda, entah secara pribadi, pekerjaan, atau karir Anda.

Untuk type ini, tetap dengarkan dengan seksama, bisa jadi apa yang disampaikan bermanfaat bagi Anda meskipun dilakukan dengan kata-kata keras, lugas, bahkan terkadang kasar. Ambil hikmahnya. Jangan masukkan dalam hati, karena justru akan merugikan Anda. Setelahnya, abaikan.

Setelah memahami type pengkritik Anda, tanggapi kritik dengan cerdas, simpatik, dan proporsional.

Tetaplah tersenyum dan ucapkan terima kasih, meskipun Anda merasa tidak senang, tidak nyaman dengan kritik tersebut.

Jangan tunjukkan ketidaknyaman Anda, baik secara verbal, dengan intonasi suara yang meninggi, misalnya. Atau dengan bahasa non verbal, mimik muka atau gesture tubuh.

Tanggapi kritik sesuai kompetensi Anda. Jangan memaksakan diri menanggapi kritik yang tidak sesuai dengan kompetensi Anda. Ini akan merugikan Anda. Berikan solusi dengan memberitahu pihak-pihak mana yang berkompeten atas masalah tersebut.

Sebelum mengakhiri penjelasan Anda, jika masih ada waktu, tanyakan apakah masih ada yang perlu diperjelas lagi, tujuannya agar permasalahannya menjadi clear, dan tidak ada ganjalan di kemudian hari.

Penutup

Cara menghadapi kritik yang tepat membuat hidup lebih sehat. Bahagia. Ada orang yang memperhatikan Anda. Menginginkan Anda lebih baik. Jadikan kritik sebagai cambuk. Melecut Anda untuk lebih unggul, produktif, dan kompetitif.

Manusia tidak ada yang sempurna. Cara terbaik melihat kelemahan dan kekurangan kita, salah satunya dari kritik orang lain. Sekalipun dia “musuh” Anda. Justru mereka lebih objektif melihat Anda. Baik atau buruk bagi Anda tergantung bagaimana cara merespon kritik.

Related Posts

Posting Komentar