NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Emotional Sponge adalah: Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Antisipasinya

Emotional Sponge adalah

Tak banyak yang tahu jika emotional sponge adalah orang selalu menyerap stres orang lain dalam tubuh sendiri. Tingkat stres tinggi mampu menyebabkan orang bersangkutan pada titik sangat kewalahan.

Bagi sebagian orang peduli dan mau mendengarkan curhat orang lain mungkin sudah menjadi sifat. Namun, jika sudah pada tahap malah membuat kewalahan, harus mampu mengendalikan dengan baik. Bagaimana detail emotional sponge, bisa cek ulasan dalam tulisan ini.

Pengertian Emotional Sponge

Seseorang yang mudah menyerap emosi orang lain bisa jadi menyenangkan tapi bisa pula membahayakan. Awalnya bisa saja karena empati tinggi dengan kepedulian luar biasa sehingga banyak yang nyaman membagi kisah kesedihan.

Jika cerita positif yang didengar tentu bukanlah masalah berarti, tapi biasanya curhat adalah kisah negatif yang sangat membebani. Semakin lama kisah sedih, tertekan dan sejenisnya akan memicu hal negatif pada diri orang yang bersangkutan.

Bukan hanya rasa kurang nyaman tetapi juga panik dan sangat tidak baik bagi kesehatan mental. Bisa dikatakan orang yang mengalami emotional sponge adalah seseorang dengan sensitivitas cukup tinggi dan lumayan populer dalam psychology today.

Untuk menanggulanginya, harus pandai dalam menyeimbangkan emosi diri sehingga serapan stres orang lain tidak terlampau dalam. Walau tidak mudah, memang harus menjalaninya supaya kesehatan mental tetap terkondisikan dengan baik.

Ciri-Ciri Emotional Sponge

Orang dengan mampu menyerap daya stres orang lain memiliki ciri tersendiri. Agar lebih jelas, ciri-ciri atau karakteristik emotional sponge adalah sebagai berikut:

1. Pandai Mencari Solusi

Mungkin hanya sekitar satu persen blog yang membahas emotional sponge ini. Namun, banyak yang menjelaskan jika ciri utamanya adalah pandai mencari solusi untuk masalah orang lain.

Pencarian solusi memang tidak mudah karena membutuhkan waktu, tenaga pikiran bahkan dana. Namun, semua terlihat biasa saja karena sudah terbiasa menjadi tempat curhat orang lain.

2. Intuitif

Intuitif menjadi karakteristik berikutnya karena seseorang dengan emotional sponge adalah seseorang yang mampu mengetahui perasaan orang lain. Kejelian tatapan mata dalam menilai orang inilah yang menciptakan kepekaan tinggi sehingga tahu sedang dirasakan orang lain.

Walaupun tidak mengetahui secara langsung, dari sifat intuitif ini banyak mengetahui perasaan orang terdekatnya. Kadang pula karena terlalu intuitif menjadikan seorang emotional sponge seolah tahu apa pemikiran orang lain.

3. Kewalahan dengan Emosi Orang Lain

Seorang emotional sponge memiliki tingkah laku unik karena kadang kurang mampu mengontrol emosi diri. Misalnya saja salah satu blog tentang depresi yang dibaca akan mampu menarik emosi hanya dalam sekejap.

Jika orang lain menceritakan sesuatu yang sedih, maka si emotional sponge akan ikut bersedih. Bahkan, karena sangat menyerap kisah bisa sampai mengeluarkan air mata. Kontrol emosi yang rendah membuatnya berpikir terlalu dalam menyerap stres orang lain.

Semakin lama akan membahayakan karena akan berpikir bahwa kesedihan atau pengalaman orang lain tersebut seperti pengalaman sendiri.

4. Orang Lain adalah Prioritas

Payahnya lagi, jika emosi yang tidak dapat terkontrol dengan baik dan kewalahan cukup berat, orang lain adalah prioritas. Rasa harus bertanggung jawab demi kebahagiaan orang lain semakin lama akan membebani diri.

Jika dibiarkan bisa membayangkan akibat kesehatan mental yang terbentuk. Dengan prioritas over, tidak heran seorang emotional sponge bertindak gegabah demi apapun kebahagiaan orang lain dan mengesampingkan diri sendiri.

5. Dikelilingi Si Toxic

Orang yang toxic akan menularkan hal negatif yang mereka miliki ke orang lain dan sebaiknya menghindari cepat. Namun, beda dengan emotional sponge karena tidak bisa dengan mudah lepas dari si toxic ini.

Apapun yang diberitakan toxic dengan bahan pembicaraan dan suka bergunjing membuat karakter emotional sponge ikut larut. Dengan begitu lebih mudah dikelilingi orang-orang toxic yang selalu menyebarkan hal negatif.

Parahnya lagi, semakin dekat dengan si toxic, pemilik emotional sponge semakin ikut larut dan kewalahan karena mengikuti alur mereka.

Cara Mengatasi Emotional Sponge

Cara menghadapi orang dengan emotional sponge memang susah-susah gampang. Apa yang didengarnya begitu mendalam masuk ke sanubari sehingga perlu pelan-pelan dalam mengatasinya.

Agar tidak terlambat agar tidak mudah menyerap emosi negatif orang lain bisa melakukan berbagai cara. Adapun cara menanggulangi emotional sponge adalah:

1. Memiliki Batasan Kuat

Apa yang dibutuhkan orang depresi adalah memiliki batasan kuat pada pergaulan. Artinya jika masuk dalam lingkaran pertemanan toxic mau berkata tidak. Dengan batasan pada diri sendiri akan mengurangi serapan emosi negatif yang ditularkan orang lain.

Selain itu harus menyadari bahwa tidak semuanya harus dengan solusi praktis. Ada kalanya menjauh dan membiarkan orang lain memang penting. Biar saja terkesan tidak peduli karena untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri.

2. Luangkan Waktu Sendiri

Cari waktu untuk kesendirian adalah cara menghibur diri yang paling mudah untuk diri sendiri. Tidak perlu melakukan hal berat atau mendengarkan urusan orang lain tapi lakukan yang sederhana saja.

Misalnya membaca buku di kamar sendirian atau jalan-jalan sendiri melihat suasana desa. Melakukan hal sendirian akan menekan kewalahan emosi yang muncul akibat terlalu peduli pada orang lain.

3. Lakukan Meditasi

Kadang, orang perlu mati rasa secara emosional untuk mencegah hal negatif masuk ke pikiran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan melakukan meditasi secara rutin setiap harinya.

Luangkan waktu beberapa menit untuk fokus pada diri sendiri dan berpikir positif dalam setiap meditasi. Meditasi berperan penting untuk menahan emosi yang muncul dan membuat pikiran segar dan tenang.

4. Jangan Terlalu Peduli

Meskipun terkesan hidup tanpa perasaan, seorang emotional sponge harus berani menahan diri tidak peduli. Artinya bisa melewati emosi dengan menjaga sebatas mana kepekaan muncul. Jangan terlalu ingin membahagiakan orang lain tanpa melihat diri yang kewalahan.

Berlatih untuk menjaga kepekaan pada saat tepat sehingga tidak emosi diri tidak kewalahan. Hal ini berhubungan erat dengan kesehatan mental karena tidak baik juga terlalu peduli orang lain, tapi abai diri pribadi.

5. Menjauh dari Toxic

Langkah berikutnya dalam mengantisipasi emotional sponge adalah menjauhi yang serba toxic. Baik dalam pikiran, pergaulan hingga mendengar curhat yang tidak penting. Contoh mudahnya jika punya teman suka curhat masalah keluarga, abaikan atau menjauhlah.

Menjauh bukan berarti tidak peka atau peduli tapi lebih baik menjaga kesehatan mental karena orang dengan emotional sponge menyerap stres dengan mudah.

Kesimpulan

Dengan mengetahui apa itu emotional sponge dengan berbagai cirinya, akan lebih mudah dalam memutuskan banyak hal.

Jika memang memiliki cirinya, bisa melakukan langkah antisipasi. Orang dengan emotional sponge adalah orang yang mudah menyerap stres orang lain maka harus tanggap dengan upaya preventif salah satunya punya batasan kuat dalam bergaul.

Artikel Terkait

Posting Komentar