NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Cyberbullying 24 Jam Sehari 7 Hari Seminggu

Cyberbullying

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat memudahkan seseorang bertukar informasi dan berkomunikasi dengan orang lain tanpa sekat ruang dan waktu.

Bahkan teknologi ini kini tidak jarang memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, hal ini memunculkan dampak yang signifikan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat.

Banyak dampak positif yang bisa diambil, namun tidak sedikit juga dampak negatifnya, salah satu diantaranya adalah cyberbullying, yakni bullying yang dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di dunia maya.

Dampak Cyberbullying

Setiap jenis bullying, baik tradisional bullying maupun cyberbullying, dapat membuat seseorang merasa sakit hati, marah, tak berdaya, terisolasi, gelisah, konsentrasi berkurang, dll.

Bagi sebagian orang, bullying dapat menyebabkan masalah yang berat seperti depresi, kecemasan, rendah diri, melukai diri sendiri, bahkan sampai pada tindakan nekat, bunuh diri.

Dalam banyak kasus, perundungan di dunia maya bisa lebih menyakitkan daripada tradisional bullying secara langsung melalui kontak atau tatap muka, karena cyberbullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, bahkan tempat di mana seseorang biasanya merasa aman, seperti di dalam rumah sendiri.

Sehingga target (korban bullying) merasa tidak ada lagi tempat untuk menghindar, karena perundungan dapat terjadi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Kapan saja, dimana saja, siang atau malam selama ada akses internet.

Banyak cyberbullying dilakukan secara anonim, sehingga tidak diketahui siapa pelakunya. Hal ini dapat membuat target merasa lebih terancam. Pesan atau gambar dapat didistribusikan dengan cepat. Sulit untuk menghapusnya, bahkan untuk sekedar mencari sumbernya.

Disamping itu, karena bullying dilakukan dengan internet, baik lewat komputer maupun telepon seluler, maka cyberbullying dapat berpotensi disaksikan atau dibaca ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia.

Email dapat diteruskan ke ratusan orang dalam sekali klik, sementara posting di web/blog, media sosial atau komentar pada situs atau blog dapat dilihat oleh siapa pun, sehingga semakin luas jejaringnya, semakin besar konsekuensi yang harus dihadapi target.

Karena cyberbullies (pelaku) tidak dapat melihat reaksi targetnya, mereka sering kali akan melangkah lebih jauh dalam melecehkan, mengejek, atau tindakan-tindakan bullying lainnya. Terus berulang dan semakin berani sampai ada yang menghentikannya.

Bentuk Cyberbullying

Banyak ragam metode yang digunakan untuk cyberbully, sesuai dengan akses teknologi yang dimiliki cyberbullies, kebanyakan cyberbullying dilakukan dengan mengirim pesan ancaman atau penghinaan melalui email, sms, chatting, media sosial, game online, blog, atau melalui pesan digital lainnya.

Bahkan bagi cyberbullies yang expert dalam teknologi informasi dan komunikasi dapat mencuri identitas online target kemudian digunakan untuk mengancam atau mempermalukannya, dengan membuat website atau blog khusus untuk membully targetnya.

Seperti halnya tradisional bullying, cyberbully laki-laki dan perempuan, cenderung untuk melakukannya dengan cara yang berbeda.

Anak laki-laki cenderung untuk menggertak dengan mengirimkan pesan yang berisi ancaman kekerasan fisik saat melakukan perundungan di dunia maya.

Sedangkan anak perempuan lebih umum cyberbully dengan menyebarkan kebohongan dan rumor, mengekspos rahasia target, atau dengan mengucilkan target dari email, daftar teman, atau komunikasi elektronik lainnya.

Karena perundungan di dunia maya sangat mudah dilakukan, seseorang dapat dengan mudah mengubah peran, pergi dari cyberbullying korban pada satu titik untuk cyberbully berikutnya, dan kemudian kembali lagi.

Beragam media online dan akses internet yang semakin mudah sangat potensial mendorong perilaku perundungan di dunia maya. Memudahkan orang menjadi pelaku cyberbullying.

Target yang paling rentan menjadi korban bullying adalah anak-anak dan remaja.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anda Menjadi Target Cyberbullying

Jika Anda ditargetkan oleh cyberbullies, penting untuk tidak menanggapi pesan atau posting yang ditulis tentang Anda, tidak peduli seberapa menyakitkan pesan atau postingan tersebut bagi Anda.

Menanggapinya hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk, dan memprovokasi reaksi dari Anda adalah apa yang cyberbullies inginkan, dengan mengabaikannya berarti Anda tidak memberikan apa yang cyberbullies inginkan, yaitu kepuasan.

Penting bahwa Anda untuk tidak membalas dendam pada cyberbully dengan menjadi seorang cyberbully juga. Sekali lagi, itu hanya akan membuat masalah lebih buruk dan bisa mengakibatkan konsekuensi hukum serius bagi Anda.

Jika Anda tidak mau mengatakan secara pribadi, jangan katakan secara online.

Sebaiknya, tanggapi cyberbullying dengan menyimpan bukti perundungan, menyimpan pesan teks kasar atau screenshot dari halaman web, misalnya, dan kemudian melaporkannya kepada orang dewasa yang terpercaya, seperti keluarga, guru, atau konselor sekolah.

Jika Anda tidak melaporkan insiden tersebut, cyberbully sering akan menjadi lebih agresif. Jika Anda merasa cyberbullying sudah berupa ancaman fisik, dan Anda khawatir dengan keselamatan Anda, laporkan kepada pihak berwajib.

Dalam banyak kasus, tindakan cyberbully dapat dituntut secara hukum.

Cara Mengatasi Cyberbullying

Seringkali cyberbullying tidak terbatas pada satu atau dua insiden, tetapi berkelanjutan dalam rentang waktu tertentu. Laporkan setiap kali terjadi insiden, jangan pernah merasa lelah dan menyerah, ketika Anda menyerah maka cyberbullies akan semakin bernafsu untuk membully Anda terus menerus.

Hadapi cyberbullies dengan “berdiri tegak”, lawanlah dengan segenap kemampuan Anda, semakin kuat ia membuly Anda, lipat gandakan kekuatan Anda untuk melawannya. Jangan biarkan diri Anda menyerah kalah, karena inilah yang cyberbullies inginkan, menguasai Anda.

Ada baiknya, Anda tidak lagi berkomunikasi dengan cyberbully, dengan memblokir alamat email mereka, nomor ponsel, dan menghapus mereka dari kontak media sosial. Melaporkan aktivitas mereka ke penyedia layanan internet mereka (ISP) atau situs-situs web yang mereka gunakan untuk target Anda.

Alihkan perhatian Anda dengan melakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, seperti bermain dengan hewan peliharaan Anda, menyalurkan hobi Anda, bermain musik, berkebun, pergi memancing, menonton film, atau membenamkan diri dalam sebuah buku.

Anda juga dapat hanya chatting dengan orang tua, saudara, atau teman-teman yang sudah Anda kenal dengan baik. Intinya, lakukan hal-hal yang menyenangkan, yang membuat Anda merasa rileks. Melepaskan beban pikiran Anda dari masalah perundungan di dunia maya.

Penutup

Cyberbullying memberikan dampak yang sangat merusak pada korbannya. Sudah saatnya bagi warga-net dan penggiat media sosial untuk melawan perundungan di dunia maya. Bertindak untuk mencegah kasus cyberbullying terjadi.

Mulailah dari diri sendiri dan orang-orang terdekat dengan membuat konten-konten yang positif, melakukan filter dan tidak membagikan ulang konten yang bermuatan bullying. Melaporkan konten negatif ke polisi atau website aduankonten.id dari KOMINFO.

Bantu korban cyberbullying mengatasi masalah yang dihadapinya. Setidaknya dengan memberikan dukungan dan dorongan moral pada korban untuk bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan kehidupannya kembali secara normal.

Related Posts

Posting Komentar