NhtWfPz58M7zQ3LTiasbXsSuTgl7LmPmXMtLy6Eg

Dampak Bullying Pada Kesehatan Mental Anak, Perlu Perhatian Lebih!

Dampak Bullying Pada Kesehatan Mental Anak, Perlu Perhatian Lebih!

Perilaku bullying di masa sekarang masih saja sering terjadi dan banyak menimpa anak - anak. Tanpa disadari kasus bullying bisa saja terjadi di sekitar Anda serta cegah anak Anda mendapat perlakuan bullying. Adanya dampak bullying yang bisa mempengaruhi psikologis dan fisiknya harus Anda cegah segera.

Segala kegiatan anak - anak di luar sana tidak bisa Anda pantau setiap saat. Seperti halnya ketika mereka bermain bersama teman - temannya. Aktivitas yang mereka lakukan bisa saja merujuk ke perilaku bullying yang menimpa anak Anda. Dengan begitu dampak negatif bullying bisa dilihat dalam fisik dan emosionalnya bagaimana.

    Apa Itu Bullying?

    Bullying merupakan perilaku seseorang yang menyalahgunakan kekuasaan yang bertujuan untuk menyakiti orang lain secara fisik maupun mental. Pelaku bullying menyakiti korbannya dengan verbal atau nonverbal. Kemudian dapat menimbulkan trauma pada korban yang sulit untuk dihilangkan jika sudah berlarut - larut.

    Faktor yang Memunculkan Tindakan Bullying

    Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bullying kepada orang sekitar, antara lain :

    1. Pernah Merasakan atau Melihat Kekerasan

    Ketika masih anak - anak biasanya mereka mudah sekali meniru apa yang pernah mereka rasakan atau lihat. Perasaan sakit hati dan mental yang mereka rasakan akan melampiaskannya kepada orang sekitar agar merasakan hal yang sama. Ketika mereka pernah melihat kekerasan, nantinya akan meniru dan mencobanya.

    Kekerasan yang mereka lihat atau alami bisa juga berasal dari keluarga yang sedang bermasalah. Orang tua yang sedang bertengkar dan anak yang menjadi korban akan membekas rasa sakit dalam diri anak. Keluarga seharusnya memberikan kasih sayang yang pertama kepada anak - anaknya.

    2. Orang Tua yang Membebaskan Anak

    Para orang tua membiarkan anak untuk melakukan sesuatu dan tidak dalam pengawasan bisa menjadi faktor adanya bullying. Tidak adanya batasan atau aturan kepada anak yang tegas dan memberikan arahan mana yang buruk serta benar. Dengan begitu mereka akan bertindak sesuka hatinya.

    3. Memiliki Saudara yang Kasar

    Tidak hanya dalam keluarga sendiri yang bisa menimbulkan bullying pada anak, tapi juga bisa dari peran saudara terdekat. Mereka bisa saja melihat perbuatan kasar saudaranya kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri. Rasa kesal dan ingin membalasnya pada anak akan mereka lampiaskan dengan orang lain.

    4. Tidak Mendapatkan Apa yang Mereka Inginkan

    Keinginan anak yang selalu saja tidak ada habisnya dan ingin segera mendapatkan apa yang mereka inginkan bisa menjadi penyebabnya. Perasaan frustasi karena tidak bisa terpenuhi apa yang menjadi keinginannya kemudian mereka lampiaskan kepada orang lain. Memang susah jika harus memenuhi semua keinginan si anak.

    5. Ingin Mencari Perhatian

    Setiap anak pastinya ingin selalu meminta perhatian kepada orang tua atau orang sekitarnya. Mereka selalu menunjukan tingkah laku yang kadang bisa membuat para orang tua kesal. Ketika membully orang lain, anak - anak akan menganggap hal tersebut hebat dan bisa mendatangkan perhatian orang lain.

    6. Kurangnya Perhatian Sekolah Tentang Bullying

    Selanjutnya tidak hanya dalam keluarga atau saudara terdekat tapi bisa dari sekolah yang kurang memperhatikan kasus bullying. Para siswa yang menganggap bullying biasa saja untuk mereka lakukan sehingga banyak menemukan kasus tersebut di sekolah. Jika terjadi hal tersebut maka pihak sekolah harus bisa cepat bertindak.

    Baca juga: Bullying di Sekolah

    Dampak Bullying Kepada Korban

    Untuk anak - anak yang mengalami bullying nantinya akan merasakan masalah dalam dirinya, yaitu :

    1. Mengalami Depresi dan Cemas

    Dampak bullying yang akan anak - anak alami yaitu rasa cemas dan depresi dalam diri. Perasaan sedih, sakit, dan sendiri yang anak - anak alami akan membebani psikologis mereka. Kemudian akan mempengaruhi aktivitas kesehariannya seperti pola tidur, makan, dan lainnya. Kemungkinan besar bisa hingga usia dewasa nanti.

    2. Munculnya Masalah Kesehatan

    Tindakan Bullying yang anak - anak alami tidak hanya mempengaruhi psikologisnya tapi juga fisiknya. Rasa cemas dan depresi yang anak - anak alami begitu lama akan mempengaruhi kegiatan sehari - hari seperti makan. Pola makan yang tidak teratur dalam sehari bahkan sampai tidak makan bisa menimbulkan penyakit dalam.

    3. Prestasi Akademik di Sekolah Menurun

    Untuk dampak bullying selanjutnya yaitu akan mempengaruhi prestasinya di sekolah. Tindakan bullying yang mereka terima saat di rumah atau sekolah akan menjadi beban pikiran dan rasa takut untuk ke sekolah. Kemudian kemampuan belajar dan menyerap pelajaran di sekolah akan menurun dan sulit.

    4. Menimbulkan Perasaan Dendam

    Perlakuan bullying yang anak - anak terima bisa membekas dalam hati mereka. Perasaan depresi yang begitu dalam dan bisa merubah pola pikirnya. Dapat memunculkan perilaku yang tidak baik dan berbeda dari biasanya. Kemungkinan besar untuk membalas dendam dengan tindakan anarkis bisa terjadi.

    Dampak Bullying Kepada Pelaku

    Tidak hanya terjadi pada korban bullying saja tapi juga dengan orang yang melakukan tindakan bullying, yaitu :

    1. Penyalahgunaan Narkotika dan Alkohol

    Dampak bullying pada pelaku bisa menimbulkan perilaku yang menyimpang seperti penggunaan narkotika dan minuman alkohol. Mereka yang melakukan bullying tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk dan hanya memenuhi keinginannya saja. Nantinya bisa memberikan efek yang buruk bagi tubuh mereka.

    2. Sering Melakukan Perkelahian

    Perkelahian yang mereka lakukan tidak hanya dengan korban bullying tapi dengan orang - orang lainnya. Emosi mereka yang tidak bisa tertahankan akan mudah tersinggung jika ada sesuatu hal sepele yang menurut mereka salah. Mereka juga bisa merusak barang dan fasilitas lainnya demi melampiaskan emosinya.

    3. Mudah Melakukan Seks Usia Dini

    Pelaku bullying biasanya orang yang bebas dan tidak pernah mendapatkan perhatian. Sehingga sulit membedakan tindakan yang buruk dan baik. Karena ingin melampiaskan kesenangan dalam diri, mereka bisa saja melakukan seks sebelum waktunya. Hal tersebut bisa melanggar aturan agama dan norma yang ada.

    4. Memiliki Potensi Menjadi Kriminal

    Tindakan bullying yang mereka lakukan sedari kecil hingga remaja akan menimbulkan perilaku sebagai seorang kriminal. Tidak bisa berpikir dengan baik dan mengontrol emosinya ini akan mendorong mereka untuk bertindak kejahatan. Tindakan tersebut seperti merampok, membunuh, mencuri, dan lainnya.

    Simpulan

    Dengan demikian, bullying merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Banyak anak - anak yang menjadi korban dan mendapatkan efek yang buruk terhadap mental dan fisiknya. Orang tua dan lingkungan sekitar memang berperan dalam mencegah hal tersebut agar tidak ada perilaku pembullyan yang muncul.

    Tidak hanya untuk para orang tua atau lingkungan sekitar, namun dari pihak sekolah juga harus bisa peka terhadap bullying. Dampak bullying tidak hanya terjadi pada korban tapi juga pelaku. Nantinya dapat memunculkan tindakan yang menyimpang dan melanggar aturan yang ada.

    Related Posts

    Posting Komentar